Misi Produsen Bus Tingkat Asli Semarang yang Buka Ekspor ke Bangladesh
Perusahaan karoseri bus asal Semarang, CV Laksana, akan mengekspor bus tingkat ke Bangladesh. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan pelepasan 10 unit bus bernama Legacy SR2 Double Decker itu pada Jumat lalu (21/2).
Seluruh desain moda transportasi sepanjang 14,4 meter dan tinggi 4,1 meter tersebut merupakan karya anak bangsa. “Yang membuat saya semangat menggebu-gebu itu ya karena ini mau diekspor,” kata Ganjar.
Dalam akun Youtube-nya, ia terlihat menjajal masuk ke bus berwarna perak itu. Ganjar sempat mencoba mengangkat kakinya dan mencoba posisi tidur. “Oke kok, cukup kok. Kaki saya lumayan (nyaman), cuma kurang sedikit,” ucap laki-laki setinggi 1,8 meter tersebut.
Dalam melaksanakan ekspor ini, CV Laksana memanfaatkan kemudahan impor untuk tujuan ekspor. Harapannya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pun dapat meningkat dengan cepat.
(Baca: Gojek Luruskan Kabar Rencana Merger dengan Grab)
Profil CV Laksana, Produsen Legacy SR2 Double Decker
Laksana telah mengekspor bus-busnya ke sejumlah negara Asia, seperti Fiji, Bangladesh, dan Timor Leste. Perusahaan sudah berdiri pada 1977 dan awalnya fokus pada karoseri mobil kecil.
“Mulai 1990-an kami beralih ke kendaraan besar dan fokus di bus medium ukuran enam roda ke atas,” ujar Direktur Komersial Laksana Alvin Amran pada 14 November 2019, seperti dikutip dari Kompas.com.
Model bus yang diekspor beragam. Ada tipe executive premium dengan harga Rp 480 juta sampai Rp 500 jutaan. “Ke Bangladesh banyak minta double decker, ini sudah 18 unit. Harga bodinya sekitar Rp 3,1 miliar,” katanya.
Kapasitas perusahaan saat ini mampu memproduksi 1.500 unit bus. Tahun lalu targetnya Laksana bisa merakit 1.200 unit bus. Melansir dari Tempo.co, 80% portofolio produksinya merupakan unit karoseri untuk bus antarkota antarprovinsi yang berukuran besar.
(Baca: Beli Saham Blue Bird, Gojek Perkuat Layanan Transportasi dan GoPay)
Perusahaan sengaja fokus pada segmen tersebut. Alvin melihat pangsa pasarnya masih sangat besar. Pertumbuhannya dari tahun ke tahun selalu positif. Apalagi, saat ini infrastruktur jalan tol Trans Jawa sudah rampung. Banyak masyarakat memilih moda trasnportasi darat ketimbang udara atau laut.
CV Laksana juga terus menjajaki pasar internasional. “Kami ingin membuka peluang pasar baru untuk ekspor, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” ucap Alvin.
Legacy SR2 Double Decker sebenarnya bukan produk baru perusahaan. Bus ini muncul perdana pada Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018.
Bodi bus itu memakai bahan-bahan komposit ringan dengan teknologi optimized structure design. "Sehingga mampu menurunkan titik gravitasi kendaraan dan membuat bus menjadi lebih stabil," kata Direktur Teknik Laksana Stefan Arman, dikutip dari JPNN.com.