Shopee Gaet Sri Sultan Hamengku Buwono X Bidik UMKM Yogyakarta

Shopee
Sesi Tur Kampus UMKM Shopee Daerah Istimewa Yogyakarta
10/2/2022, 13.37 WIB

Shopee menggaet Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk membangun fasilitas Kampus Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Shopee kelima. E-commerce ini sebelumnya menyediakan sarana serupa di Solo hingga DKI Jakarta.

Head of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan, Kampus UMKM merupakan bentuk komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM. Ini bertujuan mempermudah akses digitalisasi para UMKM di Yogyakarta.

Kampus UMKM Shopee itu akan memberikan kesempatan kepada para UMKM untuk beralih ke platform digital. Mereka bakal mendapatkan pendampingan melalui sesi belajar, konsultasi, dan pelatihan. 

Akan ada fasilitas penunjang yang tersedia secara gratis, seperti kelas-kelas pendaftaran dan pembuatan toko online, pengaturan pengiriman dan pengelolaan seller centre, pengembangan usaha, dan pemanfaatan fitur-fitur penunjang bisnis di Shopee.

Ada juga fasilitas pendukung seperti ruangan training, ruang rapat, studio foto dan live streaming, pusat edukasi dan simulasi sistem gudang, serta area pameran.

Shopee juga menyediakan coworking space alias ruang kerja bersama. Ini bisa digunakan UMKM untuk bertukar pikiran dan berbagi informasi terkait keterampilan digital.

Balques mengatakan, fasilitas Kampus UMKM merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Shopee untuk UMKM Indonesia. "Kampus ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak UMKM di Yogyakarta agar dapat naik kelas dengan mudah," katanya saat peresmian Kampus UMKM Shopee Yogyakarta, Kamis (10/2).

Sri Sultan Hamengku Buwono X juga berharap, Kampus UMKM Shopee dapat menjembatani kebutuhan UMKM Yogyakarta. Kampus juga dapat mempermudah dan mempercepat digitalisasi UMKM di tengah banyaknya produk luar yang membanjiri pasar lokal.

"UMKM merupakan penggerak perekonomian Yogyakarta," katanya. Industri mikro dan kecil menyumbang 98,4% dari total keseluruhan industri di provinsi ini. UMKM juga menyerap tenaga kerja hingga 79%.

Ia berharap, Shopee bisa terintegrasi dengan SiBakul Jogja dalam membantu perkembangan ratusan ribu UMKM Yogyakarta. SiBakul Jogja merupakan bentuk digitalisasi model pembinaan sirkuler yang digarap oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Yogyakarta.

Sebelumnya, Shopee menggaet Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menyediakan kampus UMKM ekspor. Fasilitas yang disediakan tidak jauh berbeda di setiap wilayah.

Di Solo, Shopee meresmikan kantor baru tahun lalu. E-commerce bernuansa oranye ini membidik 10 ribu UMKM yang berorientasi ekspor di wilayah ini. Perusahaan asal Singapura itu juga menargetkan bisa membuka 2.000 lapangan kerja baru.

Tahun lalu, Shopee tercatat mengekspor 1,5 juta produk dari 180 ribu UMKM Tanah Air. E-commerce itu menjangkau enam negara tujuan ekspor yakni Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, dan yang terbaru pasar Brasil.

Layanan Shopee juga dikabarkan tersedia di India dan Polandia, Eropa. Selain itu, mengincar pasar Argentina, Chili, Kolombia, dan Spanyol.

Shopee juga membuat proteksi bagi UMKM lokal. Salah satunya, menutup akses masuk 13 jenis barang impor.

Produk itu di antaranya hijab, atasan muslim perempuan, bawahan muslim perempuan, atasan muslim pria, bawahan muslim pria, outwear muslim, mukena, pakaian muslim, pakaian muslim anak, aksesoris muslim, alat-alat solat, batik, dan kebaya.

Penutupan akses itu meliputi seluruh negara termasuk penjual dari Cina dan Korea Selatan.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan