Proses Integrasi TikTok-Tokopedia Sudah 75%, Ini Arahan Kemendag

ANTARA FOTO/Rina Nur Anggraini/sgd/foc.
Seorang pedagang akan memulai live TikTok Shop di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/1/2024). Kementerian Perdagangan memberikan tenggat waktu hingga 4 bulan kepada TikTok Shop untuk mengalihkan transaksi pembeliannya di Tokopedia, menyusul telah dibukanya kembali fitur itu setelah sempat ditutup selama 2 bulan.
23/2/2024, 19.22 WIB

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberi waktu tiga sampai empat bulan kepada TikTok dan Tokopedia untuk melakukan migrasi sistem, setelah keduanya berkolaborasi menghadirkan kembali TikTok Shop.

Masa transisi hingga April 2024 ini dilakukan guna memenuhi Peraturan Menteri Perdagangan alias Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik yang dirilis pada September 2023.

Beleid itu melarang fitur media sosial dan e-commerce berada dalam satu aplikasi.

Dengan demikian, setelah proses transisi kedua sistem ini selesai secara backend, maka Tokopedia akan memproses sistem pembayaran transaksi pada TikTok.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim mengatakan, integrasi TikTok dan Tokopedia sudah 75%. “Diperkirakan tinggal seperempat jalan,” kata Isy kepada Katadata.co.id, dikutip Jumat (23/2).

Kemendag, kata Isy, juga akan memantau sistem elektronik dan transaksi pada aplikasi kemitraan kedua platform tersebut.

“Untuk perkembangan migrasi backend sistemnya, saat ini seluruh proses pembayaran sudah dilakukan pada sistem Tokopedia. Sementara itu, migrasi backend seperti penjual atau merchant masih proses. Namun, sudah terlihat adanya transisi ke aplikasi yang dikelola langsung oleh Tokopedia,” urai Isy.

Sebelumnya, pada 11 Desember 2023 GoTo dan TikTok mengumumkan kemitraan strategis dengan bergabungnya TikTok ke Tokopedia. Lewat kerja sama ini, maka TikTok Shop akan beroperasi di Indonesia melalui Tokopedia. TikTok akan menjadi pemegang saham pengendali Tokopedia sebesar 75%.

Dalam keterangan resmi GoTo, kemitraan dengan TikTok diawali dengan kampanye Beli Lokal 12.12 yang diluncurkan pada Desember tahun lalu. Kampanye ini melibatkan ribuan merchant lokal dan mencatatkan pertumbuhan penjualan produk lokal sebesar 125%.

Dalam kolaborasi ini, TikTok menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar sebagai komitmen jangka panjang. Hal ini dilakukan untuk mendukung operasional bisnis Tokopedia, tanpa dilusi lebih lanjut pada kepemilikan saham GoTo di Tokopedia. Dengan demikian, GoTo memegang 25% saham Tokopedia, sementara TikTok menggenggam 75% saham Tokopedia.