Gojek Kurangi Insentif Mitra Pengemudi di Singapura

Antara/ Wahyu Putro
Seorang penggunan menunjukan fitur transportasi online.
Penulis: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
8/2/2019, 09.10 WIB

Ketimbang memberikan subsidi, menurut dia Gojek bisa bersaing sehat dengan menyediakan banyak layanan. Apabila Gojek menyediakan layanan yang dibutuhkan masyarakat, ia optimistis konsumen akan memilih Gojek.

Toh, pesaingnya yakni Grab sempat menyatakan bahwa mereka tidak akan ikut perang harga untuk berkompetisi di Singapura.

Senada dengan Lawrence, salah seorang Analis CIMB Bank Malaysia mengatakan kepada Business Review, bahwa kepuasan yang buruk dari pengguna akan menurunkan permintaan layanan berbagi tumpangan (ride-hailing) Gojek. Namun, Gojek merupakan pendatang baru di Singapura. Gojek pun tengah meningkatkan infrastruktur dan layanan back-end.

(Baca: Grab Tak Akan Obral Diskon untuk Bersaing dengan Gojek di Singapura)

Maka, masih ada peluang bagi Gojek untuk memperbaiki layanannya. Toh, saat ini layanan Gojek di Singapura masih versi beta.

Toh, penurunan insentif bagi mitra pengemudi ini bukan berarti Gojek kekurangan dana. Sebab, Gojek baru saja menyelesaikan pengumpulan dana seri F tahap satu dari Google, JD.com, Tencent dan Provident Capital. Nilai investasi diperkirakan sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Halaman:
Reporter: Desy Setyowati