BEI Kerja Sama dengan Bekraf Kembangkan Startup

Kioson
Direksi dan manajemen Kioson saat IPO di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (5/10).
Penulis: Pingit Aria
3/4/2018, 18.17 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong startup digital untuk mencari pendanaan di pasar modal. Saat ini BEI telah memiliki IDX Incubator yang memberikan fasilitas kepada startup yang hendak melantai di pasar modal. BEI pun menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam program tersebut.

Kerja sama antara BEI dan Bekraf ini ditandai dengan nota kesepahaman yang diteken Direktur Utama BEI Tito Sulistio dan Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo.

Fadjar menjelaskan, bentuk kerja sama antara kedua pihak antara lain mencakup penyelenggaraan pelatihan dan serta pendukungan fasilitas kepada startup jaringan Bekraf maupun peserta IDX Incubator. Selain itu, Bekraf juga akan memberikan referensi dan akses investor untuk pembiayaan startup peserta IDX Incubator.

(Baca juga: Inilah 13 Fintech yang Akan Berkembang Pesat di Indonesia).

"Kami berharap kerja sama ini berhasil mendorong startup berbasis teknologi kita untuk scale up dan terus berkembang," kata Fadjar  di Gedung BEI, Selasa (3/4/2018).

Sementara menurut Tito, Bekraf memiliki banyak produk kreatif tidak hanya di startup digital akan tetapi juga meliputi industri kreatif lainnya seperti perfilman, fashion, kerajinan, dan lainnya yang notabene membutuhkan akses permodalan. "Ini dua organisasi non profit, yang satu punya akses permodalan kepada emiten dan bisa menjadi fasilitator kepada investor yang satu punya produk," kata dia.

IDX Incubator adalah program PT BEI berupa ruang inkubasi yang mewadahi startup berbasis teknologi. Startup peserta IDX Incubator diberikan pelatihan pengembangan untuk mendorong startup mencapai IPO serta mengupayakan agar dapat menjalin kerja sama dengan emiten.

(Baca: Citibank Genjot Transaksi Kartu Kredit Lewat E-Commerce).

Reporter: Pingit Aria