Gojek: Pendapatan GoFood Tumbuh 20 Kali, Terbanyak Dipesan Ayam Goreng

Gojek
(kiri-kanan) Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita, Co-Owner Ban-Ban Wenny Chen, dan Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo saat acara peluncuran inovasi terbaru GoFood di Jakarta (16/1/2020).
Penulis: Desy Setyowati
22/1/2021, 13.47 WIB

Decacorn Tanah Air itu pun rutin melaporkan tren kuliner di Indonesia. Pada tahun lalu, GoFood mencatat bahwa ayam goreng dan kopi susu mendominasi permintaan pesan-antar makanan.

Selain itu, ada tiga menu baru yang menjadi favorit selama pandemi corona yakni mi pedas, minuman mix berbahan dasar susu segar, dan dimsum goreng jenis udang rambutan.

Gojek memperkirakan ada tiga menu yang diminati pada tahun ini, yaitu kue dalam kemasan atau dessert box, kuliner berbahan dasar milo, dan rice bowl. Ini berdasarkan tingkat jumlah pesanan dan jumlah pencarian di akhir tahun lalu.

“GoFood mengedepankan teknologi personalisasi, serta berfokus menjadi destinasi dan referensi kuliner utama di Indonesia,” kata dia. Teknologi ini akan hadir pada beberapa fitur.

Namun data Momentum Works menunjukkan nilai transaksi bruto atau GMV GrabFood US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 83 triliun pada 2020. Sedangkan GoFood hanya US$ 2 miliar atau Rp 28 triliun.

Grab pun menyumbang hampir setengah dari total GMV pesan-antar makanan di Asia Tenggara sepanjang tahun lalu, meski ada pandemi virus corona. Secara total, kontribusi Indonesia merupakan yang terbesar di regional yakni US$ 3,7 miliar.

Transaksi pesan-antar makanan di Asia Tenggara pada 2020 (Momentum Works)
Halaman: