Saingi Whatsapp, Operator Cina akan Luncurkan Layanan Perpesanan 5G

ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer
Seorang pria memasang lampu di sebelah tanda 5G pada Mobile World Congress (MWC) di Shanghai, China, Selasa (25/6/2019).
Editor: Yuliawati
6/10/2021, 11.05 WIB

Tiga operator seluler utama di Cina, yakni China Mobile, China Telecom dan China Unicom akan meluncurkan layanan perpesanan berbasis teknologi 5G dalam waktu dekat. Layanan itu dianggap bisa mengancam aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dari Facebook dan WeChat dari Tencent.

China Securities Journal melaporkan ketiga operator seluler itu akan menguji komersial awal pada paruh kedua bulan ini. Deputy general manager di China Unicom Huang Changjian juga mengungkapkan rencana peluncuran layanan itu di forum China International Information and Communication Exhibition pekan lalu.

Menurut buku putih ketiga operator seluler, layanan perpesanan berbasis 5G ini memungkinkan pengguna mengirim teks, foto, video, dan audio secara langsung melalui jendela pesan di ponsel pintar atau smartphone. Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi seperti WhatsApp dan WeChat untuk mendapatkan layanan perpesanan.

Layanan ini juga akan menjadi solusi bagi instansi pemerintah dan perusahaan untuk menyediakan akses komunikasi secara langsung dengan pelanggan seluler mereka melalui chatbot.

"Pesan yang didorong oleh 5G akan menjadi titik entri baru ke berbagai layanan online lainnya," kata ketiga operator seluler dalam buku putih dikutip dari South China Morning Post pada Selasa (5/10).

Ketiga operator seluler itu akan memanfaatkan pertumbuhan pesat jumlah pelanggan 5G saat ini. China Mobile mencatatkan jumlah pelanggan 5G sebesar 304,14 juta orang pada akhir Agustus. Kemudian, China Telecom memiliki 146,62 juta pelanggan 5G pada periode yang sama, sementara China Unicom memiliki 129,1 juta pelanggan 5G.

Sebelumnya, Chief Scientist of Virtualization ZTE Tu Jianshun mengatakan, 5G akan mengubah cara pengguna berkomunikasi. Saat ini, sebagian besar percakapan online melalui aplikasi seperti WhatsApp, Facebook Messenger atau WeChat.

Ia mengatakan, 5G bakal menghadirkan aplikasi pesan multimedia asli perangkat. Platform perpesanan 5G seperti SMS, tapi lebih canggih. “Perpesanan 5G lebih kredibel, mudah diakses, dan aman,” ujar dia dikutip dari Mobile Industry Eye, pertengahan tahun lalu.



Ia menilai, perpesanan 5G akan menjadi Rich Communication Service (RCS). Artinya, memberikan semua kemampuan, fungsi, dan kemudahan penggunaan layanan over the top (OTT) seperti WhatsApp, tanpa perlu mengunduh atau berlangganan aplikasi baru.

Di satu sisi, RCS berjuang untuk benar-benar lepas landas meskipun telah ada sejak 2000-an. Kini, kehadiran 5G dinilai bakal memberikan kehidupan baru bagi teknologi RCS.

Beberapa ahli dan penelitian memperkirakan bahwa pasar RCS berkembang dari US$ 1,9 miliar pada 2019 menjadi US$ 3,9 miliar lima tahun ke depan. Artinya, tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 15%.

Namun, pakar internet dan teknologi independen Cina Liu Xingliang mengatakan bahwa layanan perpesanan 5G baru itu tidak akan mengancam bisnis WhatsApp dan WeChat dalam jangka pendek. "Karena, diperlukan waktu dan upaya yang luar biasa untuk menciptakan ekosistem di layanan perpesanan berbasis 5G itu," kata Liu.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan