Ukraina Desak 50 Perusahaan Game hingga Cloud ‘Hukum’ Rusia
Ukraina meminta sekitar 50 perusahaan dari industri gim, komputasi awan (cloud), dan sektor teknologi lainnya untuk memberikan tindakan terhadap Rusia. Mereka juga meminta Google hingga Apple membatasi akses aplikasi kepada Rusia.
Wakil Menteri Digital Ukraina Alexander Bornyakov mengatakan, permintaan kepada 50 perusahaan itu dimulai sejak pekan lalu. Ukraina meminta mereka berhenti berbisnis di Rusia.
Seluruh perusahaan juga diminta mengambil tindakan tegas terhadap Rusia yang melakukan invasi ke Ukraina. Namun, Bornyakov tidak menyebutkan secara rinci nama perusahaan tersebut.
Melalui Twitter, Bornyakov menyebutkan bahwa perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) Oracle telah menangguhkan semua operasi di Rusia. Kemudian, perusahaan game AS, EA Games berencana menghapus tim nasional sepak bola Rusia dan klub-klub asal Rusia dari konten.
Sebelumnya, kementerian meminta Google dan Apple menutup toko aplikasi di Rusia. Kedua perusahaan ini lebih memilih untuk memblokir unduhan aplikasi tertentu.
Ukraina juga dibantu oleh satelit internet besutan Elon Musk, Starlink.
Kemudian, Facebook, Twitter, dan YouTube menghapus operasi pengaruh dan upaya peretasan yang menargetkan Ukraina.
Bornyakov mengatakan, Ukraina mengandalkan bantuan dari perusahaan teknologi global yang lebih luas untuk mengisolasi Rusia dan membuat orang memprotes tindakan Rusia. "Lebih banyak sanksi dijatuhkan, perdamaian lebih cepat dipulihkan," kata Bornyakov dikutip dari Reuters, kemarin (3/3).
Ukraina juga mengandalkan sukarelawan teknologi digital yang disebut sebagai 'Pasukan teknologi informasi (IT)' untuk melawan Rusia. Bornyakov mengatakan, jumlahnya lebih dari 250 ribu orang.
Para sukarelawan beroperasi melalui aplikasi perpesanan Telegram. Tugasnya mengganggu akses ke situs web pemerintah Rusia dan menghubungi sekitar 50 juta warga sipil Rusia melalui media sosial, telepon, dan teks dengan informasi tentang invasi.
Selain itu, Ukraina mengandalkan donasi kripto. Donasi ini mulai dikumpulkan ketika pasukan Rusia merebut dua kota kecil di tenggara Ukraina, serta daerah di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir.
Kementerian Transformasi Digital Ukraina mengonfirmasi bahwa sumbangan kripto akan digunakan untuk memasok peralatan pasukan pemerintah Ukraina. "Bagaimana kami akan menggunakan uang? Untuk menghancurkan sebanyak mungkin tentara Rusia," kata kementerian.
Ukraina menerima donasi kripto berupa bitcoin dan ethereum US$ 54 juta per Kamis (3/3).