Transaksi Belanja Online Hanya Naik 2%, Era Bakar Uang Berakhir
Pertumbuhan nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) e-commerce di Indonesia hanya 2,2% secara tahunan atau year on year (yoy), jauh di bawah negara-negara lain di Asia Tenggara. Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menilai pelaku usaha sudah mengakhiri strategi ‘bakar uang’.
GMV e-commerce di Indonesia diperkirakan US$ 57,7 miliar atau Rp 989,6 triliun (kurs Rp 17.150 per US$) tahun lalu, menurut laporan Momentum Works. Meski nilai belanja online di Tanah Air yang tertinggi di Asia Tenggara, namun pertumbuhannya merupakan yang terkecil.
Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan menilai pasar e-commerce Indonesia jauh lebih besar ketimbang negara lain di Asia Tenggara. "Pertumbuhan 2,2% dari basis yang jumbo itu beda ceritanya dengan 54% dari basis yang masih kecil. Beda liga," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (16/4).
Menurut dia, melambatnya kurva pertumbuhan GMV e-commerce merupakan dampak langsung dari perubahan strategi para pelaku usaha. Industri di Indonesia tidak lagi mengandalkan strategi bakar uang atau promosi jor-joran demi mengejar pertumbuhan instan.
"Pelaku usaha juga sudah bergeser. Tidak lagi bakar uang untuk diskon besar-besaran. Efisiensi jadi prioritas. Jadi GMV-nya lebih sehat meski kelihatan lebih landai," kata Budi.
Budi juga mengungkapkan saat ini juga terjadi pergeseran perilaku belanja masyarakat ke arah hybrid. Budi menyebutkan bahwa banyak transaksi yang saat ini tidak sepenuhnya terekam dalam data GMV marketplace konvensional.
"Hari ini beli di marketplace, besok di Instagram, lusa di toko fisik. Social commerce dan pembelian lewat chat juga makin signifikan, tapi belum tentu semua terketangkap di angka GMV konvensional," ujarnya.
Budi menekankan bahwa situasi pasar e-commerce Indonesia saat ini bukan sedang melemah, melainkan sedang dalam tahap konsolidasi. Hal ini terjadi untuk membangun fondasi yang lebih kuat.
"Intinya Indonesia bukan sedang melemah, kita sedang konsolidasi. Dan dari konsolidasi yang sehat, biasanya lahir pertumbuhan yang lebih solid dan berkelanjutan," kata Budi.