Pengguna Jaringan 5G di Indonesia Diprediksi Baru 56% pada 2031

Freepik
Ilustrasi. Jaringan 5G
Penulis: Rahayu Subekti
23/6/2026, 18.16 WIB

Pengguna jaringan 5G di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Berdasarkan data dari Ericsson Mobility Report (EMR) Juni 2026, pengguna jaringan 5G di Indonesia hingga akhir 2025 sudah mencapai 14%, sisanya 86% masih menggunakan Long Term Evolution (LTE) atau 4G.

Namun, Head of Network Solutions Ericsson South East Asia Stanislaus Bawono mengatakan angka ini akan bertambah pada lima hingga enam tahun ke depan atau pada 2031.

“Kami melihat subscription dari 5G itu akan meningkat dari 14% menjadi 56%,” kata  Stanislaus dalam Ericsson Mobility Report Juni 2026 di Jakarta, Selasa (23/6).  

Sayangnya, pertumbuhan pengguna jaringan 5G di Indonesia masih lebih kecil dibandingkan dengan negara lain. Stanislaus mencontohkan seperti di India per akhir tahun lalu, pengguna jaringan 5G sudah tebus 35%, sisanya masih menggunakan jaringan 2G. Lalu pada 2031, diprediksi pengguna 5G di India sudah tembus 81%.

Bahkan untuk negara yang lebih maju di Amerika Utara, pengguna 5G pada akhir 2025 sudah mencapai 79%. “Mereka (negara-negara di Amerika Utara) menuju ke 92% pengguna 5G pada tahun 2031,” ujarnya.

Bawono yakin lelang spektrum yang saat ini tengah disiapkan Pemerintah Indonesia akan mendukung perluasan pengguanan 5G. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sudah mengadakan proses lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk jaringan seluler 2026.

“Semoga dengan lelang 5G yang akan diselesaikan oleh Komdigi, kita harapkan akan lebih banyak lagi dan deployment 5G akan lebih masif lagi dalam jangka waktu dekat ini,” ujarnya.

Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi Digital

Di masa depan, teknologi 5G bisa menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi digital. Menurutnya, jaringan 5G menjadi infrastruktur yang memungkinkan ekonomi digital berkembang pertama melalui transformasi digital.

“Transformasi digital mungkin kita lihat bukan cuma dari sisi konsumer tapi juga kita lihat dari sisi industri, kita lihat dari sisi government, e-government, dan lain-lain,” katanya.

Sementara itu, secara global, laporan EMR mencatat sebanyak 162 juta pengguna 5G baru pada kuartal I 2026. Penambahan itu menjadikan total langganan 5G secara global mencapai angka 3,1 miliar.

Angka ini diperkirakan akan terus tumbuh pesat dan lebih dari dua kali lipat menjadi 6,4 miliar pada akhir 2031.

Saat ini sekitar 390 operator secara global telah meluncurkan layanan 5G secara komersial. Angka ini dengan lebih dari 90 di antaranya telah meluncurkan jaringan 5G Standalone (5G SA).

EMR mengungkapkan jaringan 5G menangani 48% dari seluruh trafik data seluler pada akhir 2025. Penggunaan jaringan ini diperkirakan akan meningkat menjadi 85% pada 2031.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti