Lelang Frekuensi Selesai, Internet Diramal Baru Ngebut Dua Tahun Lagi
Lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz telah rampung. Telkomsel, XLSmart, dan Indosat kini mengantongi tambahan spektrum untuk memperkuat layanan 4G dan 5G. Namun, pelanggan belum tentu langsung merasakan internet yang lebih cepat setelah hasil seleksi diumumkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Jumat (10/7).
Tambahan spektrum tersebut meningkatkan total alokasi frekuensi seluler nasional dari 452 MHz menjadi 712 MHz. Spektrum baru terdiri dari 70 MHz pada pita 700 MHz dan 190 MHz pada pita 2,6 GHz, yang dibagikan kepada tiga operator nasional melalui proses seleksi Komdigi.
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan tambahan spektrum memang menjadi modal penting bagi operator untuk meningkatkan kualitas layanan. Namun, manfaatnya baru akan dirasakan pelanggan apabila operator mampu mengubah spektrum tersebut menjadi jaringan yang berfungsi optimal.
"Persaingan ke depan tidak lagi ditentukan oleh siapa memiliki spektrum terbanyak, tetapi siapa yang paling cepat mengubah spektrum menjadi layanan berkualitas dan pengalaman pelanggan yang lebih baik," kata Heru kepada Katadata.co.id, Senin (13/7).
Menurut Heru, masing-masing operator memiliki keunggulan yang berbeda setelah lelang. XLSmart memperoleh tambahan terbesar di pita 700 MHz, yang memiliki karakteristik jangkauan lebih luas sehingga cocok untuk mempercepat perluasan layanan, terutama di luar wilayah perkotaan. Di sisi lain, Telkomsel memperoleh alokasi terbesar di pita 2,6 GHz yang menawarkan kapasitas lebih besar untuk melayani trafik data di kawasan padat penduduk. Indosat juga mendapatkan tambahan spektrum pada kedua pita sehingga memiliki ruang untuk meningkatkan kualitas jaringan.
Berdasarkan hasil seleksi, Telkomsel kini menguasai total spektrum 265 MHz atau sekitar 37,2% dari spektrum seluler nasional. XLSmart memiliki 232 MHz atau sekitar 32,6%, sedangkan Indosat menguasai 215 MHz atau sekitar 30,2%.
Meski demikian, tambahan spektrum tidak otomatis membuat kecepatan internet meningkat dalam waktu singkat. Operator masih harus mengintegrasikan frekuensi baru ke jaringan yang sudah ada, menambah perangkat radio di BTS, serta melakukan optimasi agar spektrum tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, para pemenang seleksi juga dibebani sejumlah kewajiban oleh pemerintah. Berdasarkan pengumuman resmi Tim Seleksi Komdigi, Telkomsel, XLSmart, dan Indosat wajib menghadirkan layanan 4G di 538 desa atau kelurahan yang telah ditetapkan pemerintah. Ketiganya juga harus memperluas cakupan layanan 5G hingga menjangkau sedikitnya 51% populasi Indonesia dalam lima tahun. Kewajiban tersebut menjadi bagian dari komitmen penggunaan spektrum hasil seleksi.
“Kalau seluruh proses berjalan lancar dan penetapan pemenang segera diterbitkan, masyarakat kemungkinan mulai merasakan dampaknya secara bertahap dalam 12–24 bulan ke depan,” katanya. “Dampaknya nanti bukan hanya kecepatan internet yang meningkat, tetapi juga cakupan yang lebih luas, kualitas layanan yang lebih stabil, serta peluang hadirnya layanan digital baru berbasis 5G."
Dengan demikian, hasil lelang frekuensi baru dapat dirasakan masyarakat secara bertahap seiring operator membangun dan mengoptimalkan jaringan. Kecepatan implementasi masing-masing operator akan menjadi faktor utama yang menentukan kapan pelanggan benar-benar menikmati kualitas internet yang lebih baik, baik untuk layanan 4G maupun 5G.