AS Usulkan Pungutan Emisi Metana dari Produsen Migas Raksasa

Freepik
Amerika Serikat (AS) mengusulkan pungutan untuk emisi metana yang dihasilkan produsen minyak dan gas besar sebagaimana diwajibkan oleh Undang-Undang Iklim 2022.
Penulis: Hari Widowati
15/1/2024, 13.06 WIB

Amerika Serikat (AS) mengusulkan pungutan untuk emisi metana yang dihasilkan produsen minyak dan gas besar sebagaimana diwajibkan oleh Undang-Undang Iklim 2022. Pungutan ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah AS terhadap peraturan yang lebih luas tentang gas rumah kaca dari operasi sektor energi.

Melansir Reuters, pungutan yang diusulkan oleh Environmental Protection Agency (EPA) ini berlaku untuk fasilitas-fasilitas minyak dan gas besar yang melaporkan emisi metana lebih dari 25.000 metrik ton karbondioksida ekuivalen (CO2e) per tahun.

EPA mengatakan, sesuai arahan dari Inflation Reduction Act (IRA), pungutan itu dimulai dari US$900 per ton pada 2024, kemudian meningkat menjadi US$1.200 per ton pada 2025 dan US$1.500 pada 2026 dan seterusnya. Biaya ini hanya berlaku untuk emisi yang melebihi tingkat yang ditentukan.

Menurut EPA, seiring berjalannya waktu, bakal semakin sedikit fasilitas yang akan dikenakan pungutan ini karena mereka mengurangi emisi dan memenuhi syarat untuk mendapatkan pengecualian kepatuhan.

"Proposal hari ini, ketika diselesaikan, akan mendukung seperangkat standar teknologi pelengkap dan sumber daya historis dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi, untuk mendorong inovasi industri dan tindakan yang cepat," kata Administrator EPA Michael Regan, dalam sebuah rilis, Jumat (12/1).

Metana cenderung bocor ke atmosfer tanpa terdeteksi dari lokasi pengeboran, jaringan pipa gas, dan peralatan minyak dan gas lainnya. Metana memiliki potensi pemanasan yang lebih besar daripada karbondioksida dan lebih cepat terurai di atmosfer. Oleh karena itu, kebijakan untuk membatasi emisi metana dapat memberikan dampak yang lebih cepat dalam membatasi perubahan iklim.

Pada Desember, EPA merampungkan aturan yang lebih luas tentang metana dari operasi minyak dan gas pada pembicaraan iklim COP28 di Dubai.

IRA melarang pembakaran rutin gas alam yang diproduksi oleh sumur minyak yang baru dibor dan mewajibkan perusahaan minyak untuk memantau kebocoran dari lokasi sumur dan stasiun kompresor. IRA juga meminta perusahaan migas membuat program untuk menggunakan penginderaan jarak jauh pihak ketiga guna mendeteksi pelepasan metana dalam jumlah besar dari apa yang disebut sebagai "penghasil emisi super."

Pungutan terhadap emisi metana diturunkan dalam IRA, yang disahkan pada tahun 2022, untuk menutupi kurang dari setengah dari pelepasan metana di sektor ini. Ini merupakan konsesi yang dibuat untuk memenangkan Senator Joe Manchin, seorang Demokrat konservatif dari negara bagian Virginia Barat, yang memproduksi gas.