East Ventures Umumkan 9 Finalis Climate Impact Innovations Challenge 2025
East Ventures dan Temasek Foundation mengumumkan sembilan finalis Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2025 yang akan berkontribusi dalam pencarian solusi iklim. Beberapa startup asal Indonesia, Rekosistem dan Moosa Genetics, masuk ke dalam jajaran finalis CIIC 2025.
CIIC merupakan agenda besutan perusahaan venture capital East Ventures dan Temasek Foundation, organisasi non-profit filantropi yang berbasis di Singapura. Kali ini, kompetisi akan fokus pada tiga trek, yaitu Transisi Energi, Pertanian Berkelanjutan, dan Ekonomi Sirkular.
Ada lebih dari 500 pendaftar dari 50 negara yang mengikuti kompetisi ini. Setelah melalui proses evaluasi mendalam oleh East Ventures, Temasek Foundation, dan 12 shortlisting committee yang terdiri atas para ahli di bidangnya, diperoleh sembilan finalis.
“Kegiatan ini bagian dari dedikasi untuk menciptakan dampak bermakna dan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Khususnya dalam menemukan solusi untuk mengatasi tantangan iklim di Indonesia,” jelas Partner East Ventures, Avina Sugiarto, pada Kamis (21/8).
Berikut ini sembilan finalis CIIC 2025:
Trek Transisi Energi
- Aslan Renewables: Startup yang berbasis di Kanada ini membangun pembangkit listrik tenaga air modular tanpa bendungan atau waduk besar, menghasilkan listrik berbiaya rendah dengan efisiensi hingga 86%.
- Incy Tech: Startup Singapura ini membangun perangkat energi terbarukan terapung modular yang menghasilkan energi tiga kali lebih banyak daripada panel surya tradisional dengan sepertiga biaya.
- Rekosistem: Startup asal Indonesia ini mengubah sampah menjadi energi terbarukan yang merupakan alternatif yang kompetitif untuk bahan bakar fosil, sekaligus mengurangi volume sampah residensial hingga 85%.
Trek Pertanian Berkelanjutan
- Arukah Capital: Startup yang berkantor di Singapura ini menghasilkan energi bersih dan bioproduk dari limbah pertanian, sambil memberikan 50% pendapatan karbon kepada petani kecil.
- Gokomodo: Startup asal Indonesia ini meningkatkan hasil panen jagung petani kecil hingga tiga kali lipat, sekaligus mengurangi emisi pertanian hingga 40%, melalui agronomi yang cerdas dan pemantauan digital.
- Moosa Genetics: Startup asal Indonesia ini menggunakan teknologi reproduksi canggih untuk menggandakan produksi susu dari peternakan sapi, dengan pengurangan emisi metana.
Trek Ekonomi Sirkular
- Maritime Nusantara Lestari Foundation: Yayasan asal Indonesia ini mengubah limbah akuakultur menjadi protein, kitin, dan mineral yang bernilai lebih tinggi, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
- Midwest Composites Sdn Bhd: Perusahaan Malaysia ini mengubah serat alami dan limbah pertanian menjadi komposit serat alami yang dapat mengurangi emisi CO2 hingga 75% dan 5x lebih murah daripada alternatif lainnya.
- SXD AI: Startup asal Amerika Serikat (AS) ini merancang dan mengembangkan bahan tekstil tanpa limbah, menghasilkan penghematan bahan 10x lipat, pengurangan emisi CO2 sebesar 80%, dan penghematan biaya hingga 55%.
Para Finalis akan Menerima Mentorship
Para finalis akan mendapat bimbingan berupa mentorship di bidang kemitraan, strategi go-to-market, rencana pemasaran dan komersialisasi, dan keterampilan public speaking.
Total Rp10 miliar beserta berbagai fasilitas eksklusif untuk pertumbuhan bisnis, menjadi hadiah yang akan diperebutkan para finalis. Presentasi final (pitch) akan dilangsungkan pada Grand Finale Climate Impact Innovations Challenge 2025 pada 10-11 Oktober mendatang.
Agenda final tersebut merupakan bagian dari Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center. Pendaftaran untuk menjadi peserta forum tersebut dapat diakses melalui indonesiasustainabilityforum.co.id.