Ikut Komitmen 100% Sampah Terkelola, MR DIY Sediakan 52 Kotak Sampah Daur Ulang
Peritel perlengkapan rumah tangga MR DIY menambah penempatan recycle dropbox atau kotak daur ulang sampah di 52 toko yang tersebar di Jabodetabek, Serang, dan Bandung. Chief Financial Officer (CFO) MR DIY Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, mengatakan program ini mendukung rencana pemerintah untuk mencapai 100% sampah terkelola pada 2029.
Program ini berjalan sejak Maret 2024. Pada awalnya, hanya ada sepuluh kotak daur ulang yang disediakan. Setelah dampaknya terlihat, perusahaan memutuskan untuk menambahnya hingga lima kali lipat mulai Agustus 2025.
“Kami ingin program ini menjadi platform edukasi publik bagi keluarga Indonesia, tentang pentingnya memilah sampah dari rumah,” kata Rika, di Jakarta, Rabu (26/11).
Agar bisa diolah efektif, kotak daur ulang sampah hanya menerima sampah kering dengan potensi nilai ekonomi, seperti plastik, kertas, atau kaca. Tak hanya sampah yang bersumber dari toko MR DIY, masyarakat bisa menyalurkan sampah dengan jenama manapun, asalkan dapat didaur ulang.
MR DIY bekerja sama dengan Rekosistem untuk mengelola sampah tersebut sebelum disalurkan ke industri yang membutuhkan suplai.
“Rekosistem melakukan pemilahan sampai level detail. Dikumpulkan sesuai jenisnya, baru didistribusikan ke pendaur ulang,” jelas COO dan Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino.
Dari sepuluh kotak yang beroperasi di awal program, total sampah terkumpul mencapai lebih dari 1.000 kg. Sebanyak 80% di antaranya telah terkelola. Sampah plastik mendominasi jumlah tersebut, disusul kertas, kardus, dan sebagainya. Jika dihitung, pengelolaan sampah tersebut telah mengurangi 842 kg emisi karbon.
Setelah dikembangkan menjadi 52 kotak pada Agustus lalu, hingga saat ini total sampah terkumpul mencapai 1.600 kg. Rata-rata ada peningkatan enam kali lipat sampah terkumpul setiap bulannya. Dengan begitu, emisi karbon yang ditekan bisa jauh lebih tinggi. Sisa sampah yang tidak bisa diolah akan disalurkan ke tempat pembuangan akhir.
Inisiatif MR DIY Jadi Contoh Baik
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rusly, berharap inisiatif ini bisa direplikasi oleh pelaku usaha lainnya. Selain menjadi bentuk tanggung jawab produsen, hal ini dapat memudahkan pengelolaan sampah nasional yang selama ini terhambat karena sampah tidak terpilah.
“Ini harus dibesarkan skalanya dan kami mendorong teman-teman retail lainnya punya inisiatif yang sama, jadi lebih banyak sampah terkelola,” tutur Agus.
Dengan pengolahan yang tepat, sampah tersebut bisa dialihkan ke industri yang memang memanfaatkan sampah daur ulang dalam produksinya. Agus menyebutkan, dibutuhkan kurang lebih 11 juta ton scrap kertas dan 8 juta ton scrap plastik untuk menyuplai kebutuhan industri dalam negeri.