EPA Usulkan Volume Campuran Biofuel hingga 92,58 Miliar Liter pada 2027

123RF.com/Sergey Galushko
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan untuk meningkatkan volume biofuel yang harus dicampurkan ke dalam campuran bahan bakar nasional selama dua tahun ke depan.
Penulis: Hari Widowati
16/6/2025, 12.49 WIB

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan untuk meningkatkan volume biofuel yang harus dicampurkan ke dalam campuran bahan bakar nasional selama dua tahun ke depan. Usulan ini didorong oleh lonjakan mandat diesel berbasis biomassa.

Setelah berbulan-bulan melakukan lobi terkait masalah ini, industri biofuel menyambut baik langkah tersebut. Kebijakan ini diperkirakan juga bakal mencakup langkah-langkah untuk mencegah impor biofuel.

Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat mengusulkan total volume pencampuran biofuel sebesar 24,02 miliar galon (90,9 miliar liter) pada 2026 dan 24,46 miliar galon (92,58 miliar liter) pada 2027. Angka tersebut meningkat dari 22,33 miliar galon (84,5 miliar liter) pada 2025.

Di bawah Standar Bahan Bakar Terbarukan, kilang diwajibkan untuk mencampur biofuel dalam volume besar ke dalam pasokan bahan bakar AS atau membeli kredit, yang disebut RIN, dari mereka yang melakukannya. Kilang kecil dapat mengajukan permohonan pengecualian terhadap persyaratan jika mereka dapat membuktikan bahwa kewajiban tersebut akan menyebabkan kerugian yang tidak semestinya.

Usulan ini sebagian didorong oleh peningkatan persyaratan diesel berbasis biomassa. EPA menetapkan kuota 7,12 miliar RIN diesel berbasis biomassa untuk tahun 2026. Ini merupakan ukuran jumlah kredit yang dapat diperdagangkan yang dihasilkan dari pencampuran bahan bakar.

Mereka memproyeksikan mandat tersebut akan mengarah pada pencampuran 5,61 miliar galon (21,2 miliar liter) biodiesel berbasis biomassa. EPA menyatakan persyaratan diesel berbasis biomassa dalam miliar RIN sesuai dengan usulan badan tersebut untuk mengurangi jumlah RIN yang dapat dihasilkan dari biofuel impor.

Setelah memperhitungkan pengurangan untuk biofuel impor, EPA mengatakan bahwa mereka memproyeksikan jumlah RIN yang dihasilkan untuk diesel berbasis biomassa adalah 1,27 per galon pada tahun 2026 dan 1,28 RIN per galon pada tahun 2027. Sebelumnya, EPA memproyeksikan rata-rata satu galon diesel berbasis biomassa menghasilkan 1,6 RIN.

Mandat volume tahun 2025 untuk diesel berbasis biomassa adalah 3,35 miliar galon (12,68 miliar liter). Industri mengeluhkan mandat ini terlalu rendah.

Kredit bahan bakar terbarukan (D6) untuk tahun 2025 diperdagangkan seharga US$ 1,06 (Rp 17.280 dengan kurs Rp 16.300/US$) per kredit pada hari Jumat (13/6). Harga kredit bahan bakar terbarukan ini naik dari 88 sen (Rp 14.346) pada sesi sebelumnya.

Kredit berbasis biomassa (D4) diperdagangkan setinggi US$ 1,17 (Rp 19.073) per kredit, dibandingkan antara US$ 1,05 (Rp 17.117) dan US$ 1,01 (Rp 16.465) pada sesi sebelumnya, kata para pedagang.

Pro dan Kontra terhadap Usulan EPA

Industri minyak dan biofuel, keduanya memiliki lobi yang kuat di Washington. Mereka sangat mengantisipasi rilis proposal tersebut. Jika usulan ini difinalisasi, akan menentukan nasib miliaran dolar dalam transaksi bahan bakar dan kredit yang dapat diperdagangkan.

Sebagai salah satu keputusan pertama yang dibuat oleh pemerintahan Trump saat ini terkait kebijakan biofuel federal, proposal tersebut menandakan dukungan pemerintahan untuk industri biofuel.

Sebuah koalisi kelompok minyak dan biofuel bersatu dalam langkah yang secara historis tidak biasa tahun ini untuk meminta pencampuran diesel biomassa untuk tahun 2026 sebesar 5,25 miliar galon (19,87 miliar liter), dibandingkan dengan 3,35 miliar galon (12,68 miliar liter) pada tahun 2025.

Koalisi yang dipimpin oleh American Petroleum Institute itu berpendapat mandat EPA sebelumnya gagal mendukung pertumbuhan industri biofuel canggih dan merusak pasar.

Dalam proposal tersebut, EPA mengatakan masih menentukan bagaimana memutuskan petisi yang belum diselesaikan dari kilang kecil untuk pengecualian terhadap peraturan tersebut.

EPA memperkirakan potensi rentang volume yang dikecualikan untuk 2026 dan 2027 mulai dari nol galon, jika EPA menolak petisi untuk semua kilang yang memenuhi syarat. Namun, jika EPA mengabulkan semua petisi ini, volume biofuel yang dikecualikan akan mencapai 18 miliar galon (68,13 miliar liter).

Koalisi Penggerak Lapangan Kerja Amerika, yang mewakili perusahaan penyulingan minyak, mengatakan persyaratan yang diusulkan EPA tidak sesuai dengan permintaan pasar dan kapasitas infrastruktur di dunia nyata. Usulan tersebut juga dianggap berpotensi meningkatkan biaya regulasi dan menutup kilang minyak.

Di sisi lain, industri biofuel secara luas menyambut baik proposal tersebut. "USDA dan EPA tidak pernah sejalan ini tentang perlunya biofuel yang ditanam di Amerika," kata Menteri Pertanian AS Brooke L. Rollins, seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/6).

"Volume (campuran biofuel) yang diusulkan hari ini memberikan peluang pertumbuhan penting bagi produsen dan petani etanol AS," kata Presiden Asosiasi Bahan Bakar Terbarukan Geoff Cooper.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.