India Buka Batasan Produksi Bioetanol Tahun Ini

ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/foc.
Buruh tani menaikkan tebu hasil panenan mereka ke atas truk di areal pertanian tebu rakyat Desa Bangoan, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (22/7/2025). Panen tebu rakyat ini mendukung target produksi regional Jawa Timur sebesar 18,77 juta ton tebu tergiling selama musim giling 2025, atau setara 1,46 juta ton gula putih dengan rata-rata rendemen tebu 7,76 persen.
2/9/2025, 11.02 WIB

India telah mengizinkan produksi bioetanol dari sari tebu, sirup, dan semua jenis molase tanpa batasan volume apa pun pada tahun 2025/2026. 

Sebelumnya, produsen gula terbesar kedua di dunia ini, membatasi produksi etanol pada tahun pemasaran saat ini karena penurunan pasokan tebu.

Keterangan Kementerian Urusan Konsumen, Pangan, dan Distribusi Publik India, pada tahun pasokan etanol baru yang dimulai pada 1 November, pabrik gula dan penyulingan diizinkan memproduksi etanol tanpa batasan kuantitatif apa pun.

Pemerintah akan secara berkala meninjau pengalihan gula menjadi etanol untuk memastikan ketersediaan pemanis dalam negeri sepanjang tahun. Pada musim baru, persediaan tebu diperkirakan melonjak karena curah hujan monsun yang melimpah selama dua tahun berturut-turut dan membantu petani memperluas lahan tanam.

"Ini langkah yang baik. Pemerintah juga harus menaikkan harga pengadaan etanol agar pabrik gula dapat membayar petani dengan harga tebu yang ditetapkan pemerintah," ujar seorang pengusaha pabrik gula yang berbasis di negara bagian Maharashtra, India bagian barat, dikutip dari Reuters, pada Selasa (2/9).

Pabrik gula di India seperti EID-Parry, Balrampur Chini Mills, Shree Renuka, Bajaj Hindusthan, dan Dwarikesh Sugar, telah meningkatkan kapasitas produksi etanol mereka dalam beberapa tahun terakhir.

India, importir minyak nomor 3 di dunia dan konsumen produk minyak bumi, bermaksud meningkatkan pencampuran etanol ke dalam bensin hingga 20% pada tahun 2025/2026.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas