Melalui Climate Innovation Fund, Microsoft juga telah mengalokasikan modal sebesar US$806 juta kepada 67 perusahaan. Sebanyak 38 persen dari dana tersebut diarahkan ke sektor sistem energi, termasuk pengembangan listrik dan bahan bakar bebas karbon, penyimpanan energi, serta solusi manajemen energi.
Microsoft Klaim 100% Listrik dari Energi Terbarukan, Kejar Karbon Negatif 2030
Microsoft
Microsoft menargetkan akan mencapai kondisi negatif karbon atau penyerapan karbon lebih besar daripada yang dilepaskannya pada 2030.
Raksasa teknologi Microsoft mengumumkan telah mencapai target konsumsi listrik 100 persen dari energi terbarukan pada 2025 lalu. Ini mencakup seluruh konsumsi listrik di pusat data, kantor, dan fasilitasnya di berbagai negara.
Target ini merupakan bagian dari komitmen ambisius Microsoft 2020 lalu, untuk mencapai negatif karbon atau penyerapan karbon lebih besar daripada yang dilepaskannya, pada 2030. Perusahaan juga menetapkan target menghapus seluruh karbon yang telah dilepaskan selama operasional pada 2050 mendatang.
Sejak menndeklarasikan komitmen tersebut, Microsoft sudah mengontrak sekitar 40 gigawatt (GW) pasokan energi terbarukan di 26 negara, lewat kerja sama dengan lebih dari 95 utilitas dan pengembang melalui lebih dari 400 perjanjian. Kapasitas ini setara dengan energi listrik yang dapat memasok sekitar 10 juta rumah di Amerika Serikat.
“Dari total yang dikontrak, 19 GW kini telah beroperasi, menyediakan pasokan energi bersih baru ke jaringan listrik,” kata Kepala Bagian Keberlanjutan Microsoft Melanie Nakagawa dalam keterangan tertulis dikutip pada Jumat (20/2). Sedangkan sisanya diperkirakan akan beroperasi dalam lima tahun ke depan.
Melansir ESG Today, perjanjian kerja sama tahun jamak Microsoft dengan Brookfield untuk membangun 10,5 GW energi baru terbarukan di Amerika Serikat dan Eropa menjadi pengadaan energi bersih perusahaan terbesar sepanjang sejarah.
Microsoft melaporkan pemangkasan produksi karbon besar-besaran imbas penggunaan energi terbarukan. “Pengurangan emisi karbon dioksida Scope 2 yang dilaporkan sebesar sekitar 25 juta ton,” ucap Melanie. Tak hanya itu, investasi swasta bernilai miliaran dolar juga mengalir ke wilayah-wilayah operasi Microsoft.
Strategi Microsoft Menuju Negatif Karbon 2030
Microsoft berkomitmen mendorong pemanfaatan listrik bebas karbon secara lebih luas untuk mencapai target negatif karbon pada 2030.
“Kami menyadari peningkatan kebutuhan listrik dunia membutuhkan strategi dekarbonisasi yang seimbang dan menyeluruh untuk memenuhi pertumbuhan ekonomi global dan tujuan lingkungan,” ujar Melanie.
Perusahaan tak menutup kemungkinan akan mengadopsi energi nuklir atau teknologi penangkapan karbon. Sebagai langkah awal, Microsoft telah bermitra dengan Helion dan Constellation Energy dalam proyek fusi 50 MW di negara bagian Washington.
Kerja sama juga dijalin dengan Constellation untuk menghidupkan kembali Crane Clean Energy Center 835 MW di Pennsylvania.