Airlangga Sebut Ekspor Listrik ke Singapura Tunggu Pembangunan Transmisi

Youtube Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong dalam konferensi pers The 16th Ministerial Meeting of the Six Working Groups, Bilateral Economic Cooperation Indonesia-Singapore, di Jakarta, Selasa (9/6).
9/6/2026, 15.33 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ekspor listrik bersih ke Singapura belum bisa dimulai tahun ini. Hal ini disebabkan pembangunan infrastruktur transmisi untuk mendukung ekspor listrik ke Singapura diperkirakan baru akan tuntas dalam 1,5 tahun ke depan.

“Tidak (bisa terlaksana tahun ini). Membangun fasilitas transmisi listrik setidaknya membutuhkan waktu 1 - 1,5 tahun untuk diimplementasikan,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/6).

Terkait perkembangan ekspor listrik tersebut, Airlangga mengatakan pemerintah masih melakukan evaluasi teknis bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

“Saya pikir untuk hal ini kami masih mengevaluasi aspek teknisnya dengan Menteri ESDM. Harapannya, saat pertemuan pemimpin nanti kita bisa memfinalisasi implementasi dari MoU yang sudah ditandatangani tahun lalu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa kawasan industri hijau di Batam, Bintan, dan Karimun sudah hampir final. Selanjutnya, pemerintah akan membangun transmisi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

"Dan ini saya lagi memperjelas. Kalau (kawasan industri) itu sudah selesai, maka saya pikir ini salah satu kemajuan dalam persiapan (ekspor listrik ke Singapura),” ujarnya.

Danantara Dekati Perusahaan Singapura yang Bakal Impor Listrik dari RI

Sementara itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara Indonesia mengungkapkan Indonesia segera  mengekspor listrik energi bersih ke Singapura. Proyek itu ditargetkan mulai berjalan akhir tahun ini. 

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengatakan, Pemerintah Indonesia sudah bertemu dengan jajaran pemimpin di Singapura. Ia menyebut saat ini sudah ada sejumlah perusahaan yang sudah mengantongi izin sementara dari pemerintah negeri jiran itu untuk mengimpor energi bersih dari Indonesia.

“Ada 6-7 perusahaan yang sudah mendapatkan conditional license dari Singapura yang sekarang sudah kita PDKT-lah untuk bisa bekerja sama,” kata Pandu ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/5).

Pandu juga menyebut Indonesia berpeluang memulai proyek ekspor listrik energi baru terbarukan ke Singapura pada akhir tahun ini. Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan perdana menteri Singapura pada bulan Juni 2026 untuk mendalami kerja sama itu.

 

Menurutnya, momentum itu diharapkan menjadi langkah awal dimulainya proyek ekspor listrik ke Singapura. Ia menyebut total nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 30 miliar atau Rp 522,79 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah