Indonesia Investment Authority (INA) menjalin kemitraan dengan lembaga kredit ekspor Kanada dalam bentuk dukungan pembiayaan senilai US$600 juta dengan salah satu fokus utama di sektor energi terbarukan dan teknologi bersih.

Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah mengatakan INA dan Export Development Canada (EDC) menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat hubungan investasi bilateral dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan antara kedua negara. Kesepakatan ini ditandatangani di Ottawa bersamaan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke negara tersebut. Ini mencakup sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, cleantech dan energi terbarukan, serta agrifood. 

Pada 2024, Indonesia merupakan pasar ekspor terbesar Kanada di Asia Tenggara, sekaligus tujuan investasi yang penting. Ini membuat EDC membuka perwakilan di Jakarta pada September 2023.

“Kerja sama ini akan mendukung terciptanya lapangan kerja yang berkualitas di dalam negeri, serta memperkuat peran Kanada di salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” katanya.

Ridha mengatakan kerja sama ini akan memperkuat peran INA dalam menyalurkan investasi ke sektor-sektor yang penting bagi daya saing jangka panjang Indonesia. Kemitraan ini berfokus merancang peluang pembiayaan terpercaya yang dapat menarik modal global, menghadirkan inovasi, serta memberi dampak sosial-ekonomi yang nyata. 

“Kanada dan Indonesia memiliki kemitraan yang dinamis yang terjalin melalui perdagangan, investasi, dan hubungan antar-masyarakat,” ujar Maninder Sidhu, Menteri Perdagangan Internasional Kanada. 

Sementara itu, Senior Vice President International Markets EDC Todd Winterhalt mengatakan Indonesia merupakan salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Indo-Pasifik yang menjadi tujuan investasi utama bagi eksportir Kanada 

“Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan perdagangan antara kedua negara secara signifikan, khususnya di sektor-sektor di mana perusahaan Kanada unggul, seperti energi terbarukan, teknologi bersih, dan infrastruktur,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rezza Aji Pratama