Pemda Buka Diskusi dengan DAMRI, Sinyal Ekspansi Bus Listrik di Luar Jakarta?

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sg
Pengunjung mengamati interior bus listrik pada Indonesia International Automotive Industry Expo (Inapa) dan Busworld Southeast Asia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
6/8/2026, 14.15 WIB

BUMN transportasi darat Perum DAMRI Vice telah melakukan diskusi awal dengan pemerintah daerah terkait potensi pengoperasian kendaraan umum listrik, antara lain dengan pemerintah daerah Medan, Makassar, Bali, dan Lombok. Beberapa daerah ini sudah mengoperasikan bus listrik meski dalam jumlah terbatas. 

President Sales and Marketing Teguh Aditya Dharma mengatakan perusahaan berharap diskusi bisa berujung pada kerja sama operasional. Sejauh ini, DAMRI baru mengoperasikan bus listrik untuk Transjakarta. Perusahaan telah mengoperasikan 316 unit dari target 500 unit.

“Kami sudah mulai beberapa penjajakan, bahkan dari dishub-dishub (dinas perhubungan) itu sudah coba berkunjung ke kami untuk mengetahui gimana sih pengoperasian bus listrik,” kata dia usai diskusi bertajuk Transportasi Publik dan Transisi Energi: Sudahkah Indonesia Membangun Sistem yang Tepat dan Resilien? di Jakarta, Rabu (5/8).

Menurut dia, butuh keterlibatan pemerintah pusat untuk mendorong adopsi kendaraan umum listrik di daerah, khususnya bus listrik. Damri sendiri bersedia berinvestasi satu stasiun pengisian daya dan empat unit bus listrik di daerah lain sebagai awalan. 

“Enggak usah nunggu tahun depan, enggak usah nunggu beberapa tahun lagi, tahun ini pun dimulai dengan bertahap harusnya bisa,” kata Teguh. 

Dia menjelaskan, perlunya menyiapkan ekosistem untuk mendukung ekspansi bus listrik di Indonesia. Untuk mengoperasikan bus listrik, setidaknya perlu infrastruktur pendukung dan jalan yang memadai, ketersediaan listrik dan stasiun pengisian daya, juga ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni.

CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan,  peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik dapat menekan konsumsi bahan bakar, sehingga mengurangi subsidi BBM dari negara sekaligus mengurangi volume impor minyak. 

Peralihan ini juga dapat menghemat pengeluaran operator. Selain itu, ada peluang penghasilan tambahan lewat perdagangan karbon dari hasil penurunan emisi gas rumah kaca sektor transportasi.

“Dampak pada fiskal negara bagus, pada akuntansi operator sangat bagus, kemudian manfaat untuk publik juga bagus karena polusi udara berkurang,” ujar Fabby.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas