BMKG Peringatkan Kabut Asap Karhutla Berpotensi Menyeberang ke Malaysia

ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/foc.
Warga mengamati kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati permukiman di Komplek Arwana Indah, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (5/8/2026).
11/8/2026, 10.10 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebaran partikulat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra berpotensi menyeberang ke Malaysia. 

Mengutip laman resmi Deputi Bidang Klimatologi BMKG, partikulat kabut asap yang diindikasikan melalui Aerosol Optical Depth (AOD) pada panjang gelombang 550 nm menyebar dalam konsentrasi sedang hingga pekat. 

Nilai AOD diukur pada skala 0,0-1,0, semakin tinggi nilai AOD maka semakin besar potensi kabut asap tersebar di suatu wilayah. 

Hal ini cukup selaras dengan prediksi BMKG dalam prakiraan cuaca Indonesia periode 4-10 Agustus 2026, yang menyebutkan bahwa berdasarkan arah pergerakannya, asap dari Kalimantan Barat berpotensi melintasi batas negara menuju Sarawak, Malaysia.

Adapun di wilayah Indonesia, 42 kabupaten/kota juga diprediksi diselimuti kabut asap dengan nilai maksimum AOD harian lebih dari 0,5 pada Selasa (11/8). Berikut daftar singkatnya:

  1. Kayong Utara, Kalimantan Barat, dengan AOD maksimum 3,31
  2. Landak, Kalimantan Barat, dengan AOD maksimum 3,09
  3. Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan AOD maksimum 2,97 
  4. Sanggau, Kalimantan Barat, dengan AOD maksimum 2,91
  5. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dengan AOD maksimum 2,89

Melansir South China Morning Post, kabut asap kebakaran telah menyelimuti Distrik Serian di wilayah selatan Sarawak, dengan mencatatkan kualitas udara tidak sehat pada Senin (10/8). Indeks polusi udara di Distrik Serian tercatat mencapai 182 atau dikategorikan sebagai ‘tidak sehat’.

Pemerintah negara bagian Sarawak pun meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih berlangsung, terutama karena pemerintah tidak dapat berbuat banyak untuk mengatasi masalah ini.

“Ini bukan masalah yang terjadi sekali saja. Ini terjadi hampir setiap tahun dan sebagian besar berasal dari seberang perbatasan, karena aktivitas di luar kendali kami,” kata Wakil Menteri Transportasi negara bagian Sarawak, Henry Harry Jinep, dikutip dari South China Morning Post, pada Selasa (11/8).

Sebaran partikulat asap karhutla di Indonesia. Foto: BMKG (BMKG)

Selain itu, distrik Johan Setia di Selangor juga mencatatkan indeks polusi udara hingga 152 atau berada di level ‘tidak sehat’. Selangor berada di timur laut Provinsi Riau, yang juga tengah menghadapi karhutla.

Badan Meteorologi Malaysia telah memperingatkan adanya cuaca panas dan kurangnya curah hujan sepekan ini, yang bisa memperparah kabut asap. 

"Angin selatan dan banyaknya titik panas di negara tetangga berpotensi menyebabkan kabut asap lintas batas dan mengurangi jarak pandang, terutama di selatan Sarawak," demikian keterangan badan tersebut. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas