Komisi Eropa memperkenalkan aturan keberlanjutan baru untuk memantau serta mengendalikan konsumsi energi dan air pusat data. Kebijakan ini dirilis di tengah target peningkatan tiga kali lipat kapasitas pusat data di Uni Eropa pada 2035.

Berdasarkan aturan yang diumumkan Komisi Eropa pada Senin (21/9), akan ada skema pemeringkatan keberlanjutan khusus untuk pusat data. Skema ini mencakup pusat data dengan kebutuhan daya lebih dari 500 kilowatt (kW) yang wajib melaporkan kinerja energinya berdasarkan aturan efisiensi energi Uni Eropa.

Pusat data tersebut nantinya akan mendapatkan label keberlanjutan berdasarkan data yang dilaporkan. Namun, label ditargetkan mulai tersedia pada 2027, bukan langsung pada saat aturan diumumkan.

“Tujuan skema pemeringkatan ini adalah meningkatkan transparansi mengenai penggunaan energi pusat data dan menjadi sumber informasi untuk memperbaiki kebijakan serta pengadaan aset dan layanan digital yang lebih berkelanjutan di seluruh Eropa,” kata Komisi Eropa dalam aturan barunya, dikutip dari Euronews, Jumat (25/9).

Komisi Eropa mengatakan pusat data dibutuhkan untuk menopang komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai layanan digital. Namun, ekspansinya yang berlangsung cepat meningkatkan tekanan terhadap jaringan listrik, sumber daya air, dan masyarakat di sekitar fasilitas tersebut.

Uni Eropa menargetkan kapasitas pusat datanya meningkat tiga kali lipat dalam lima hingga tujuh tahun ke depan. Ekspansi ini dinilai penting untuk memperkuat kemampuan teknologi dan kedaulatan digital Eropa.

Pada 2024, pusat data di Eropa menggunakan sekitar 68 terawatt-jam (TWh) listrik. Angka itu diperkirakan mencapai 114 TWh pada 2030, atau setara dengan sekitar 3,2 persen dari total konsumsi listrik Uni Eropa, naik dari sekitar 2,5 persen saat ini.

Adapun kewajiban pelaporan bagi pusat data dengan kebutuhan daya lebih dari 500 kW telah berlaku sejak 2023, namun Komisi Eropa mengakui kepatuhannya masih belum menyeluruh.

“Pada tahun pertama, sekitar sepertiga pusat data yang melaporkan. Pada tahun kedua, angkanya membaik, dan pada tahun ketiga, hasil sementara kembali meningkat. Saya kira kami sudah dengan mudah mencapai angka 50 persen,” ujar seorang pejabat Komisi Eropa kepada wartawan pada Senin (21/9), dengan syarat identitasnya dirahasiakan, dikutip dari Euronews.

Standar Efisiensi Minimum Digodok, Target Rilis 2027

Untuk saat ini, Komisi Eropa belum menetapkan batas maksimum konsumsi energi maupun air bagi pusat data. Komisi Eropa baru memulai konsultasi publik untuk menyusun standar kinerja minimum pusat data. Proposal aturan tersebut ditargetkan terbit pada kuartal II 2027.

Standar tersebut nantinya dapat menetapkan tingkat kinerja minimum untuk mendorong pusat data menggunakan energi dan air secara lebih efisien serta mengurangi dampak lingkungannya.

Komisi Eropa juga mengkaji kemungkinan agar pusat data berperan lebih aktif dalam sistem kelistrikan. Salah satunya dengan menyediakan fleksibilitas bagi jaringan listrik dan memanfaatkan panas buangan dari pusat data untuk memasok kebutuhan pemanasan hingga sekitar empat juta rumah di Eropa.

Euronews memberitakan, pelaku industri selama ini aktif melobi Komisi Eropa terkait sejumlah parameter keberlanjutan tersebut.

Dalam pengajuan kepada pemerintah federal Jerman pada Juli 2026, Microsoft disebut mendukung penggunaan energi bersih serta efisiensi energi dan air sebagai indikator keberlanjutan. Namun, perusahaan tersebut secara khusus meminta perubahan terhadap kategori efisiensi air yang diusulkan dalam label tersebut.

Peneliti sekaligus pegiat dari lembaga pengawas Corporate Europe Observatory (CEO) Bram Vranken mengkritik pengaruh perusahaan teknologi besar terhadap penyusunan aturan baru Uni Eropa mengenai pusat data.

“Ketentuan kerahasiaan Microsoft masih dipertahankan. Ini sangat bermasalah. Artinya, sebagian besar informasi dalam label tidak akan dapat diperiksa,” kata Bram kepada Euronews.

Dia menambahkan, berdasarkan aturan saat ini, sebuah pusat data Google yang memperoleh nilai tinggi dalam efisiensi energi dapat saja mengonsumsi listrik dalam jumlah yang tidak diungkapkan, bahkan hingga satu gigawatt, tanpa informasi tersebut tercantum secara memadai.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.