Kasus Meikarta, Investigasi Internal Dorong Kenaikan Saham Grup Lippo

Arief Kamaludin|KATADATA
Penulis: Hari Widowati
17/10/2018, 10.26 WIB

Tekanan jual yang mendera saham-saham Grup Lippo mereda. Pernyataan resmi dari pengacara perusahaan yang menyatakan Grup Lippo akan melakukan investigasi internal membuat saham-saham grup tersebut kembali menghijau pada awal perdagangan Rabu (17/10).

Investor merespons positif langkah investigasi internal yang dilakukan perusahaan untuk mengusut keterlibatan oknum pejabat Grup Lippo dalam kasus dugaan suap perizinan Meikarta kepada sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi. Harga saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) naik 4,5% menjadi Rp 1.255 per saham. Lippo Cikarang merupakan induk dari PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang megaproyek Meikarta.

Kenaikan juga terlihat pada saham-saham Grup Lippo lainnya. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) naik 0,73% menjadi Rp 276 sedangkan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik 1,2% menjadi Rp 6.125 per saham. Saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menguat 1,21% menjadi Rp 167 per saham.

Harga saham PT Multipolar Tbk (MLPL) juga naik 2,82% menjadi Rp 73 per saham. Saham PT First Media Tbk (KBLV) juga menanjak 3,98% menjadi Rp 470. Saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) turut menguat 2,08% menjadi Rp 2.450. Adapun saham PT Link Net Tbk (LINK) dan PT Bank National Nobu Tbk (NOBU) stagnan, masing-masing di level Rp 4.250 per saham dan Rp 910 per saham.

(Baca: Saham Lippo Group Anjlok, Ini Sentimen yang Mampu Membalikkannya)

Kuasa Hukum PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) Denny Indrayana mengatakan, perusahaan akan melakukan investigasi internal dan bekerja sama penuh dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 14-15 Oktober lalu. MSU menyatakan sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan antikorupsi. Perusahaan terus berkomitmen untuk menolak praktik-praktik korupsi, termasuk suap dalam berbisnis.

"Meskipun KPK baru menyatakan dugaan, kami sudah sangat terkejut dan amat menyesalkan kejadian tersebut," kata Denny dalam siaran pers. Langkah pertama yang dilakukan MSU adalah investigasi internal yang independen dan obyektif untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi.

PT MSU tidak akan mentolerir serta tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi dan tindakan tegas terhadap oknum yang melanggar ketentuan tersebut. "Kami menghormati dan akan mendukung penuh proses hukum di KPK, serta akan bertindak kooperatif membantu KPK untuk mengungkap tuntas kasus dugaan suap tersebut," ujar dia.

(Baca: Terseret Dugaan Suap Meikarta, Saham Lippo Group Anjlok)