IHSG Cetak Rekor Baru, Investor Waspadai Taper Tantrum

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Petugas kebersihan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/5/2021).
19/11/2021, 18.37 WIB

Kendati demikian, investor diramalkan masih akan wait and see mengingat potensi percepatan pengurangan pembelian surat utang atau taper tantrum oleh Amerika Serikat dapat terjadi lebih cepat. Alhasil, dana asing yang telah masuk ke dalam negeri berpotensi kembali keluar.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Dermus mengatakan bank sentral Amerika Serikat dapat lebih cepat menaikkan suku bunganya. Dengan demikian, Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga acuan setelah 9 kali berturut-turut ditetapkan stagnan.

Investor asing melakukan jual bersih senilai Rp 142 miliar yang didorong oleh penjualan bersih pada pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp 616 miliar. Sementara itu, dana asing masuk dengan pembelian bersih senilai Rp 473 miliar.

Secara year-to-date, dana masuk melalui pembelian bersih telah mencapai Rp 29 triliun. Adapun, total penjualan bersih di pasar negosiasi dan tunai senilai Rp 13 triliun.

Di sisi lain, Nico menilai penguatan IHSG pada hari ini disebabkan oleh pemulihan ekonomi nasional, walau dengan kecepatan lambat. Selain itu, IHSG telah bergerak melemah sekitar 3 hari terakhir yang membuat ekspektasi pertumbuhan cukup tinggi.

"Ada harapan bahwa ekonomi kita ditutup manis pada kuartal IV-2021. Menjadi alasan bahwa ini momen yang bagus untuk masuk ketika pasar koreksi," kata Nico. 

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief