Saham Alibaba Anjlok Usai Umumkan PHK 7% Karyawan

ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song
Kantor pusat Alibaba di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Cina. Perusahaan mengumumkan PHK 7% karyawan di divisi cloud.
Penulis: Syahrizal Sidik
24/5/2023, 14.47 WIB

Raksasa e-commerce Cina, Alibaba Group Holding mengumumkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap unit bisnis cloud. Perusahaan disebut telah memulai perampingan yang akan berdampak pada 7% staf sebagai persiapan untuk IPO.

Merepons kabar mengenai PHK tersebut, investor bereaksi negatif terhadap saham Alibaba. Saham Alibaba Group Holding yang tercatat di New York Stock Exchange anjlok 3,74% ke level US$ 82,88 per saham pada Selasa waktu setempat.

Sementara, saham Alibaba Group yang juga dicatatkan di Bursa Hong Kong, melemah 2,59% hari ini. Nilai kapitalisasi pasarnya juga turun menjadi 1,70 triliun dolar Hong Kong (HKD).

Mengutip Reuters, unit bisnis cloud Alibaba disebut sudah mulai menawarkan pesangon kepada karyawan. Awal bulan ini, raksasa teknologi yang didirikan konglomerat Jack Ma itu menyusun daftar dan rencana melantai di pasar modal.

Penggalangan dana itu untuk empat unit bisnisnya, termasuk unit logistik Cainiao. Sebagai bagian dari rencana, layanan cloud Alibaba yang saat ini terbesar di Cina dijadwalkan akan didaftarkan IPO tahun depan.

Pengembangan tersebut merupakan bagian dari pengumuman Alibaba awal tahun ini tentang rencana restrukturisasi menjadi enam unit, menyusul tindakan keras regulasi selama dua tahun terhadap sektor teknologi China.

Untuk diketahui, Alibaba Grup bergerak di berbagai bisnis, mulai dari e-commerce, ritel, internet, kecerdasan buatan hingga teknologi.

Sepanjang tahun 2022, perusahaan melaporkan membukukan pendapatan senilai US$ 134,56 miliar. Laba bersihnya mencapai US$ 7,42 miliar dengan laba operasional mencapai US$ 10,98 miliar.

Perusahaan memiliki total aset mencapai US$ 267,46 miliar dan mempekerjakan sebanyak 254.941 karyawan sampai dengan kuartal pertama 2022. Selain Jack Ma, raksasa konglomerat Jepang, SoftBank Group juga tercatat menjadi pemegang saham Alibaba dengan kepemilikan mencapai hampir 24%.