Prospek Emiten Properti CTRA, BSDE dan SMRA Jelang RDG BI, Menarik Dikoleksi?
Analis menilai saham-saham properti menarik untuk dicermati menjelang Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bank Indonesia yang akan digelar besok, Rabu (17/9), khususnya perusahaan properti berkapitalisasi besar. Di antara emiten properti berkapitalisasi besar adalah PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
Retail Research Team Leader CGS Sekuritas Mino memandang, saham-saham properti bakal ketiban untung dan mengalami kenaikan harga menjelang RDG BI. Pola tersebut terjadi seperti RDG bulan sebelumnya.
Menurutnya, realisasi tersebut sudah mulai terjadi sejak perdagangan kemarin, Senin (15/9). Harga saham-saham emiten properti kompak menguat. Harga saham CTRA naik 3,70% atau 35 poin ke level 980, BSDE naik 3,20% atau 35 poin ke level 1.130, PWON naik 2,19% atau 8 poin ke level 374 dan SMRA naik 2,65% atau 12 poin ke level 464.
“Kemarin itu [saham-saham properti] mencatatkan kenaikan cukup signifikan, rata-rata di atas 2%,” kata Mino dalam siaran langsung CGS Sekuritas, Selasa (16/9).
Mino menambahkan sentimen ini menguat seiring dengan aksi beli (net buy) oleh investor asing terhadap saham-saham properti, meskipun jumlahnya relatif kecil bila dibandingkan dengan emiten sektor perbankan. CTRA mencatatkan net buy oleh investor asing sebesar Rp 1,4 miliar, BSDE sebesar Rp 7,1 miliar, Pakuwon sebesar Rp 1,3 miliar dan SMRA sebesar Rp 8,3 miliar.
Menurut Mino, pasar sedang menantikan apakah dalam RDG BI kali ini, BI akan memangkas kembali suku bunga acuan yang saat ini telah berada di level 5%. Kata Mino, konsensus memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan.
Meski begitu, ia mengatakan hal tersebut serupa dengan pola yang terjadi bulan lalu di mana konsensus memperkirakan BI mempertahankan suku bunga acuan namun justru kembali memangkasnya untuk keempat kalinya dalam tahun ini.
“Kelihatannya ini bisa jadi akan serupa seperti bulan lalu, yang boleh dibilang mungkin di luar ekspektasi,” ujarnya.
Mino juga menyampaikan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini mendukung BI untuk memangkas suku bunga. Sejalan dengan fokus pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sentimen Positif PPN DTP hingga Kinerja Keuangan
Lebih lanjut, Mino menyatakan, kenaikan saham emiten properti juga terjadi seiring kebijakan pemerintah untuk memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% hingga akhir tahun ini. Kebijakan tersebut akan menguntungkan bagi pengembang properti.
“Ini bakal menguntungkan emiten properti, khususnya yang mempunyai persediaan rumah siap jual,” kata dia.
Mino juga memandang, kinerja keuangan yang dicatatkan emiten properti sepanjang semester pertama ikut menjadi katalis positif. Dari laporan yang telah dirilis perseroan, PWON mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 34,27% menjadi Rp 846.33 miliar. Sementara itu laba bersih CTRA naik 20,58% menjadi Rp 1,23 triliun. Namun, laba BSDE justru susut 45% menjadi Rp 1,28 triliun.
Analis Rekomendasi Beli Saham Emiten Properti
Mino menyarankan investor untuk menambah kepemilikan di saham SMRA dan PWON. Harga saham CTRA diperkirakan akan menguat menuju target di level 1.180 dengan support di Rp 960 dan 940 sementara resistance berada di level 1.000 dan 1.020.
Untuk PWON, dia memprediksi akan menuju target di level 390 dengan support di Rp 358 dan 366 sementara resistance berada di Rp 382 dan 390.
Di lain sisi, ia menyarankan investor untuk hold saham SMRA dan BSDE. Harga saham SMRA diprediksi naik ke level 474-484 dengan support di level 454 dan 444 sementara resistance di Rp 474 dan 484. Adapun target harga BSDE akan menuju level 1.155-1.180 dengan support di Rp 1.105.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyebut, saham CTRA berpotensi menuju target harga di Rp 1.100-1.050. Ia menyarankan untuk menjual saham SMRA jika berada di bawah Rp 940.
Pada perdagangan hari ini pukul 11.40 WIB, saham emiten properti terpantau sedang mengalami koreksi.
Saham CTRA turun 1,02% atau 10 poin ke level 975, BSDE turun 1,33% atau 15 poin ke level 1.115, PWON turun 1.53% atau 2 poin ke level 372 dan SMRA turun 1,29% atau 6 poin ke level 458.