Harga saham perbankan mendadak bangkit pada penutupan perdagangan Kamis (9/10). Rebound saham-saham bank jumbo ini terjadi setelah beberapa minggu terakhir tertekan di zona merah.
Analis menilai penguatan tersebut dipicu oleh kembalinya investor asing menanamkan modal di bank-bank besar Tanah Air. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melonjak 4,06% atau 160 poin ke level 4.100.
Harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga melesat 4,66% atau 55 poin ke level 1.235, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 3,76% atau 140 poin ke level 3.860. Adapun PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turut menguat 3,76% ke level 3.860, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,37% ke level 7.550.
Head of Research Korea Investment dan Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai, penguatan ini disebabkan oleh rotasi dana asing yang mulai kembali masuk ke saham perbankan besar. Sebelumnya, saham-saham bank jumbo larut dalam periode penjualan bersih (net sell) beberapa minggu terakhir.
“Apalagi ditambah ekspektasi penurunan suku bunga acuan BI bisa lebih cepat dari perkiraan pasar,” ujar Wafi kepada Katadata.co.id, Kamis (9/10).
Selain itu, lanjut Wafi, stabilnya data makroekonomi dan penguatan nilai tukar rupiah juga membuat sektor keuangan kembali dilirik investor. Sektor ini dinilai menjadi proksi paling kuat bagi pemulihan ekonomi domestik.
Secara teknikal, menurutnya, banyak saham bank besar telah masuk area oversold, sehingga rebound kali ini bersifat alami setelah tekanan panjang sepanjang September.
“Prospeknya masih menarik, terutama di kuartal keempat di mana likuiditas biasanya meningkat dan potensi window dressing makin besar,” kata dia.
Wafi menambahkan, meski margin bunga bersih (NIM) berpotensi menurun, pendapatan berbasis komisi (fee-based income), transaksi digital dan kredit konsumer justru berpeluang tumbuh pada akhir tahun. Jika inflasi tetap terkendali dan biaya dana (cost of fund) menurun, sektor perbankan dapat menjadi motor penguat IHSG hingga akhir 2025.
Berikut target harga saham bank besar yang diberikan Wafi:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), target harga di Rp 9.000
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), target harga di Rp 5.400
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), target harga di Rp 5.800
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), target harga di Rp 6.200
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), target harga di Rp 1.450
Sementara itu, analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova juga memberikan target harga masing-masing emiten perbankan. Menurut Ivan, target harga BBCA ke level 8.275, 8.575, 8.850 dan 9.125, BBNI dengan target harga di Rp 4.170, 4.360, 4.600 dan 4.750.
Sementara itu target harga BBRI di level 3.940, 4.080, 4.270 dan 4.390 serta target harga saham BMRI ke level 4.550, 4.750, 4.980 dan 5.125.