IHSG Rawan Terkoreksi Hari Ini, Analis Rekomendasi Saham BBCA, TLKM, hingga GOTO

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/9/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 11,07 poin atau 0,14% ke level 8.040 pada penutupan perdagangan awal pekan ini.
28/10/2025, 06.27 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Selasa (28/10). Sebelumnya IHSG ditutup merosot 1,87% ke 8.117 pada perdagangan Senin (27/10) kemarin.

 Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, mengatakan terkoreksinya IHSG disertai dengan adanya tekanan jual dan masih mampu tertahan oleh MA60. Ia menyebut koreksi IHSG kini relatif terbatas. 

“IHSG berpeluang menguat kembali, adapun area penguatan terdekat berada di 8.150–8.268,” tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (28/10). 

 MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.697 dan 7.854. Sementara resistance terdekat berada di 8.161 dan 8.269.

 Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) akumulasi beli disarankan pada rentang Rp 960–Rp 1.070 dengan target harga di Rp 1.185–Rp 1.245, sementara level stoploss di bawah Rp 910.

Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) disarankan speculative buy pada level Rp 54 – Rp 55 dengan target harga Rp 60 dan 65, stoploss jika di bawah Rp 53.

Adapun PT Harum Energy Tbk (HRUM) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.025 – Rp 1.075 dengan target harga di Rp 1.155–Rp 1.200, serta stoploss di bawah Rp 1.005.

Lalu PT Tunas Baru Lampung Tbk direkomendasikan buy on weakness di kisaran Rp 755–Rp 775 dengan target di Rp 830–Rp 845, serta stoploss di bawah Rp 745.

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham untuk speculative buy (spec buy), di antaranya:

  • PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) direkomendasikan spec buy dengan support di level Rp 390 dan cut loss jika menembus di bawah Rp 382. Apabila harga tidak turun di bawah Rp 390, BBYB berpotensi menguat menuju Rp 406–Rp 414 dalam jangka pendek.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan spec buy dengan support di level Rp 8.200 dan cut loss apabila menembus di bawah Rp 8.050. Jika harga tetap bertahan di atas Rp 8.200, berpotensi naik ke Rp 8.500–Rp 8.650 dalam jangka pendek.
  • PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) direkomendasikan spec buy dengan support di level Rp 815 dan cut loss jika menembus di bawah Rp 795. Selama harga bertahan di atas Rp 815, HMSP berpotensi naik menuju Rp 855–Rp 875 dalam jangka pendek.
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) direkomendasikan spec buy dengan support di level Rp 3.270 dan cut loss jika menembus di bawah Rp 3.210. Jika harga tidak melemah di bawah Rp 3.270, berpotensi naik di kisaran Rp 3.390–Rp 3.450 dalam jangka pendek.
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) direkomendasikan spec buy dengan support di level Rp 7.825 dan cut loss jika menembus di bawah Rp 7.675. Apabila harga bertahan di atas Rp 7.825, saham ini berpotensi naik menuju Rp 8.125–Rp 8.275 dalam jangka pendek.
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) direkomendasikan spec buy dengan support di level Rp 1.160 dan cut loss jika menembus di bawah Rp 1.135. Selama harga bertahan di atas Rp 1.160, berpotensi naik ke Rp 1.210–Rp 1.235 dalam jangka pendek.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila