Proyeksi Analis soal IHSG Awal Pekan Pascadinamika di OJK dan Bursa
Pasar saham Indonesia diperkirakan membuka perdagangan awal pekan ini dengan pergerakan beragam namun cenderung menguat. Sejumlah analis dan pengamat menilai tekanan jual yang terjadi sepanjang pekan lalu mulai mereda, meski pasar masih akan mencermati berbagai sentimen krusial, mulai dari dinamika regulator bursa hingga agenda pertemuan dengan MSCI.
VP of Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (2/2) ini bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Pergerakan indeks menurutnya berada di rentang support 8.195 dan resistance 8.560.
“IHSG kami perkirakan bergerak mixed cenderung menguat dengan indikator RSI yang mulai menguat dan keluar dari zona oversold,” ujar Audi kepada Katadata, Minggu (1/2).
Menurut dia, pasar akan merespons sejumlah peristiwa besar yang terjadi dalam beberapa hari belakangan. Kejadian yang disoroti investor terutama terkait pengunduran diri para petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI), serta penunjukan pejabat sementara yang diperkirakan berasal dari kalangan teknokrat pasar.
“Selain itu, hasil pertemuan dengan MSCI pada Senin (2/2) ini juga akan sangat menentukan respons pasar ke depan,” ujarnya.
Audi juga menyoroti beberapa wacana kebijakan yang dinilai berpotensi memberi sentimen positif bagi likuiditas pasar. Di antaranya adalah peran Danantara yang diperkirakan aktif berinvestasi di saham domestik; rencana kenaikan batas kelolaan dana asuransi menjadi 20%; aksi buyback saham oleh emiten pascatekanan pasar, serta; perubahan batas free float menjadi 15%.
“Sejumlah kebijakan dan wacana tersebut berpotensi meningkatkan likuiditas pasar dan dapat direspons positif oleh pelaku pasar,” kata dia.
Dari sisi makroekonomi, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Januari 2026 yang diperkirakan tumbuh 3,9% secara tahunan (YoY), serta PMI manufaktur Januari 2026 yang diproyeksikan berada di level 51,4, masih di zona ekspansif. Menurut Audi, rilis data ekonomi tersebut cenderung direspons moderat oleh pasar.
Secara teknikal, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebagai saham pilihan dengan strategi speculative buy. Untuk BMRI, level support berada di 4.550 dengan resistance 5.150, sedangkan AADI memiliki support di 7.300 dan resistance di 8.100.
Sementara Founder WH Project, William Hartanto memperkirakan IHSG bergerak di rentang yang lebih sempit, yakni 8.300 hingga 8.422 pada perdagangan Senin ini. Menurut dia, pergantian pejabat OJK dan direksi bursa kemarin sebenarnya tidak membawa sentimen baik secara langsung.
“Pergantian pejabat hanya meredam tensi pasar, tapi belum menyelesaikan masalah utamanya,” ujar William.
Kendati demikian, ia menilai tekanan jual di pasar saham sudah mereda. Dari sisi teknikal, William mencermati terbentuknya pola morning star, yakni formasi tiga candlesticks yang umumnya mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju penguatan.
Pandangan senada disampaikan pengamat pasar modal Michael Yeoh. Ia menilai IHSG memiliki ruang penguatan lanjutan setelah berhasil bertahan di atas level psikologis tertentu.
“IHSG pada penutupan Jumat (30/1) berhasil bertengger di level 8.329, setelah sebelumnya menutup target di 7.600,” ujar Michael.
Menurutnya, IHSG memiliki gap awal di area 8.600 yang berpotensi untuk diuji dalam beberapa waktu ke depan. Untuk support saat ini, dia memperkirakan IHSG dapat berada di angka 8.190.
Adapun Head of Retail Marketing & Product Development Division PT Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan, memperkirakan penguatan IHSG pada awal pekan bersifat terbatas.
“IHSG pada Senin (2/2) ini diproyeksikan menguat terbatas dengan menguji level 8.400-an,” ujar Reza.
Seiring meredanya tekanan jual dan munculnya sinyal teknikal positif, pelaku pasar akan mencermati secara seksama arah kebijakan regulator, hasil pertemuan dengan MSCI, serta respons investor institusional pada pembukaan perdagangan Senin ini. Apakah IHSG akan mengawali pekan ini dengan warna hijau atau kembali diuji oleh volatilitas? Kita tunggu saja.