IHSG Diramal Turun, Analis Rekomendasikan Saham SMGR, ASII hingga AMRT
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan turun pada perdagangan hari ini, Jumat (13/2). Analis, antara lain merekomendasikan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Astra International Tbk (ASII) hingga PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Analis Phintraco Sekuritas memprediksi indeks hari ini cenderung bergerak turun. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA5 dan MA200, meski belum mampu kembali menguat di atas level 8.300. Histogram negatif MACD tercatat terus menyempit, sedangkan Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot.
Dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan melemah dan menguji area 8.150–8.200 pada perdagangan hari ini, menjelang long weekend atau libur panjang akhir pekan.
“Melemahnya indeks bursa global dan koreksi harga komoditas juga menjadi katalis negatif,” seperti yang ditulis Phintraco Sekuritas dalam keterangan resminya dikutip Jumat (13/2).
Ia menyebut level support IHSG berada di Rp 8.150, sedangkan level resistance berada di Rp 8.300.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah mencermati rencana Prabowo Subianto yang akan menggelar sarasehan ekonomi hari ini. Pemerintah disebut akan memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi perekonomian nasional serta respons terhadap dinamika global, termasuk penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody's Ratings dari stabil menjadi negatif.
Sementara dari pasar global, investor menanti rilis data inflasi Amerika Serikat periode Januari 2026. Inflasi diperkirakan melambat menjadi 2,5% secara tahunan (YoY), turun dari 2,7% YoY pada Desember 2025. Inflasi inti juga diprediksi turun menjadi 2,5% YoY dari sebelumnya 2,6% YoY. Data ini menjadi perhatian setelah laporan nonfarm payrolls AS tercatat lebih baik dari perkiraan.
Phintraco Sekuritas kemudian memberikan sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor hari ini, antara lain PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).
Di sisi lain, Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan tren naik selama mampu bertahan di atas support minor 8.071. Kenaikan menuju area gap di level 8.596 dinilai masih terbuka apabila IHSG mampu menembus resistance 8.377.
Ivan mencatat level support IHSG berada di 8.071, 7.803, 7.617 dan 7.362, sementara resistance di 8.377, 8.596 dan 8.837.
“Indikator MACD menunjukkan kondisi netral,” tulis Ivan.
Ivan juga memberikan sederet saham-saham yang dapat diperhatikan investor hari ini, antara lain adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).