IHSG Diramal Naik, Analis Rekomendasi Saham AMMN, TKIM, ANTM, hingga CMRY
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham Jumat (20/2). Indeks diprediksi naik usai turun 0,43% ke 8.274 pada Kamis (19/2).
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana skenario terbaik apabila indeks mampu bertahan di atas 8.170, IHSG masih berpeluang naik ke rentang 8.440–8.503.
“Namun waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.059–8.119,” tulis Herditya dalam risetnya, Jumat (20/2). MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.170 dan 8.025. Sementara resistance terdekat berada di 8.408 dan 8.596.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) akumulasi beli di rentang Rp 7.450–Rp 7.625 dengan target harga di Rp 7.875–Rp 8.050, sementara level stoploss di bawah Rp 7.300.
Kemudian PT Timah Tbk (TINS), direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 3.700–Rp 3.850 dengan target harga di Rp 4.440–Rp 4.670, serta stoploss di bawah Rp 3.400.
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), disarankan buy on weakness di level Rp 5.125–Rp 5.275 dengan target harga ke Rp 5.575–Rp 5.850.
Sedangkan Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung bervariasi di kisaran 8.200–8.300.
Secara teknikal, Phintraco melihat histogram MACD melebar di zona positif dan Stochastic RSI mulai mengarah ke area overbought dan juga volume jual meningkat.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).