IHSG Masih Rawan Koreksi, Analis Rekomendasi Saham VKTR, BRMS, dan PTBA

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
21/4/2026, 06.20 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Selasa (21/4). Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar hingga perdagangan kemarin berakhir dan ditutup turun 0,52% di level 7.594. 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG saat ini berada di fase akhir wave [iv], yang mencerminkan fase koreksi dalam tren naik sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, ia juga melihat skenario alternatif di mana posisi IHSG berada di akhir wave [a] dari wave B, yang mengindikasikan kenaikan berpotensi bersifat sementara.

"IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan akan menguji 7.245–7.575 sekaligus menutup beberapa area gap-nya,” tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (21/4). 

MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.488 dan 7.351 dan area resistance terdekat di level 7.700 dan 7.861.  Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas pun merekomendasikan sejumlah saham, di antaranya akumulasi beli saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di rentang harga Rp 2.720–Rp 2.840. Adapun target harga PTBA di  level Rp 3.120–Rp 3.240 dengan level stop loss di bawah Rp 2.660.

Kemudian pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 675–Rp 720. Target harga di Rp 795–Rp 865, serta stoploss di bawah Rp 640. 

Sedangkan pada saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) direkomendasikan  speculative buy di harga Rp 915–955. Target harga Rp 1.005–1.025, sedangkan stop loss jika ke bawah Rp 905.

Phintraco Sekuritas menilai, IHSG secara teknikal masih bergerak sideways di rentang 7.500–7.700.“Namun jika IHSG menembus level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.450–7.480,” demikian penjelsan Phintraco Sekuritas dalam risetnya. 

Selain faktor teknikal, sekuritas ini juga melihat sejumlah sentimen negatif yang dapat memengaruhi IHSG hari ini. Salah satunya, situasi memanasnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat peluang pembukaan Selat Hormuz dalam waktu dekat semakin kecil. Kondisi ini akan mendorong kenaikan harga minyak mentah.

Adapun pemgumuman Pertamina yang menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi pada akhir pekan lalu dinilai sedikit meredakan tekanan terhadap potensi kenaikan beban APBN. Penyesuaian ini membantu menekan kebutuhan kompensasi yang harus ditanggung pemerintah untuk menutup selisih harga jual BBM ke masyarakat. 

Sementara itu, keputusan untuk mempertahankan harga Pertalite dan Pertamax dinilai menjaga daya beli kelas menengah.

Di tengah potensi koreksi IHSG, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila