IHSG Rawan Koreksi, Saham AMRT, BBCA, hingga BBTN jadi Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan kembali turun pada perdagangan hari ini. Seiring dengan itu analis merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG diperkirakan turun hari ini. Potensi penurunan IHSG terjadi setelah indeks menembus level support minor di 7.488. Kondisi ini terjadi karena adanya koreksi yang masih berlanjut dan berpeluang menguji area support Fibonacci di kisaran 7.244–7.345.
Ia mengatakan, jika IHSG ditutup di bawah level 7.244, investor perlu mewaspadai potensi pelemahan lanjutan hingga area gap di rentang 7.022–7.118.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum netral,” tulis Ivan dalam keterangannya dikutip Jumat (24/4).
Adapun level support IHSG berada di level 7.244, 7.042 dan 6.838, sementara level resistance di level 7.647, 7.779, 7.856 dan 8.000.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Adapun, MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Seiring dengan itu, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan hari ini, di antaranya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Sedangkan Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, IHSG telah menembus level support 7.500 dengan dukungan volume transaksi yang meningkat.
Indikator MACD menunjukkan histogram positif yang semakin menyempit dan berpotensi membentuk death cross, sementara Stochastic RSI bergerak turun di area pivot.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menutup gap down di 7.308,” katanya.
Dari sisi likuiditas, data uang beredar dalam arti luas (M2) tercatat tumbuh 9,7% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 10.355 triliun pada Maret 2026. Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan Februari 2026 yang sebesar 8,7% yoy.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4% yoy dan uang kuasi yang tumbuh 5,2% yoy. Selain itu, perkembangan M2 juga dipengaruhi oleh peningkatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat serta penyaluran kredit.
Phintraco menilai lonjakan likuiditas ini sejalan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri pada Maret 2026 yang mendorong peningkatan kebutuhan uang untuk transaksi, konsumsi, dan investasi.
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham hari ini antara lain PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).