Turun 9,38%, Ini Penyebab Merosotnya Kantong Dividen Danantara dari Grup MIND ID
Kantong dividen yang akan diterima Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara dari empat emiten tambang anggota Grup MIND ID diperkirakan menyusut pada tahun ini. Apa pasal?
Berdasarkan perhitungan dividen Tahun Buku 2025, Danantara diperkirakan menerima dividen sekitar Rp 4,83 triliun. Jumlah itu turun 9,38% dibandingkan perolehan Tahun Buku 2024 yang mencapai Rp 5,33 triliun.
Adapun keempat emiten tambang yang dimaksud adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Timah Tbk (TINS). Seluruh perusahaan tersebut telah mengumumkan pembagian dividen hasil kinerja Tahun Buku 2025.
Penurunan total dividen salah satunya dipicu oleh turunnya rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sejumlah emiten tambang pelat merah. Sebagian laba ditahan untuk mendukung pengembangan proyek dan ekspansi usaha.
Salah satu contohnya adalah ANTM yang selama beberapa tahun terakhir dikenal konsisten membagikan dividen dengan DPR 100%. Untuk Tahun Buku 2025, perseroan menurunkan rasio pembayaran dividen menjadi 70%.
Keputusan yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Antam pekan lalu itu diambil untuk menyediakan ruang pendanaan bagi proyek-proyek strategis perusahaan.
Meskipun DPR turun, nilai dividen yang dibagikan ANTM meningkat secara tahunan. ANTM telah memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 209,98 per saham, naik dari Rp 151,77 per saham pada tahun sebelumnya.
Direktur ANTM Handi Sutanto menjelaskan, penurunan rasio pembayaran dividen dilakukan agar perseroan memiliki ruang pendanaan yang lebih besar untuk mengembangkan berbagai proyek strategis di masa mendatang. Kendati rasio pembayaran dividen turun, nilai dividen yang diterima pemegang saham tetap meningkat seiring lonjakan laba bersih perusahaan.
"Sebagiannya kami simpan untuk membiayai proyek-proyek pengembangan usaha yang menjadi masa depan Antam," ujar Handi dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/6).
Dia menjelaskan, strategi tersebut sejalan dengan agenda transformasi perusahaan yang mengusung tema strengthening the core, building the future. Perseroan berupaya memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kinerja operasional, optimalisasi portofolio usaha, disiplin pengelolaan biaya, serta investasi yang lebih selektif.
Jika ditelaah lebih jauh, penurunan terdalam dirasakan karena anjloknya nilai dividen yang akan dibagikan PTBA. Emiten batu bara milik negara itu memang terkenal gemar membagikan dividen dengan nilai jumbo kepada pemegang sahamnya.
Nilai dividen PTBA turun signifikan dari Rp 332,44 per saham menjadi Rp 114,50 per saham. Alhasil, pendapatan MIND ID dari dividen PTBA pun langsung turun signifikan.
PTBA membagikan dividen sebesar Rp 1,32 triliun atau 45% dari laba bersih 2025 yang mencapai Rp 2,93 triliun. Dengan kepemilikan sekitar 7,6 miliar saham, MIND ID berpotensi menerima dividen sekitar Rp 870,2 miliar.
Sementara pada Tahun Buku 2024, dengan nilai dividen Rp 332,44 per saham, MIND ID kala itu mengantongi sebesar Rp 2,52 triliun. Dengan begitu, nilai dividen yang diterima grup tambang pelat merah itu berkurang Rp 1,2 triliun hanya dari PTBA saja.
Di sisi lain, dua emiten tambang MIND ID lainnya justru mencatatkan kenaikan nilai dividen. TINS membagikan dividen Rp 88,19 per saham, naik dari Rp 63,73 per saham pada tahun sebelumnya. Sementara INCO meningkatkan dividen menjadi Rp 77,9 per saham dari sebelumnya Rp 53,4 per saham.
Danantara Kantongi Rp 4,8 Triliun dari Dividen ANTM, PTBA, INCO, dan TINS
Seperti disebutkan di atas, Danantara melalui MIND ID bakal mengantongi Rp 4,8 triliun dari dividen ANTM, PTBA, INCO, dan TINS. Secara terperinci, ANTM memutuskan membagikan dividen sebesar Rp 5,04 triliun atau setara 70% laba bersih Tahun Buku 2025. Pemegang saham akan menerima dividen Rp 209,98 per saham.
Dengan kepemilikan sekitar 15,62 miliar saham atau 65% saham ANTM, MIND ID diperkirakan memperoleh dividen sekitar Rp 3,27 triliun dari perusahaan tambang emas tersebut.
Sementara itu, PTBA menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 1,32 triliun atau 45% dari laba bersih Tahun Buku 2025 yang mencapai Rp 2,93 triliun. Nilai dividen yang dibagikan setara Rp 114,50 per saham.
Sebagai pemegang sekitar 7,6 miliar saham PTBA, MIND ID berpotensi mengantongi dividen sekitar Rp 870,2 miliar dari emiten batu bara pelat merah tersebut.
Adapun TINS membagikan dividen sebesar Rp 656,8 miliar atau setara Rp 88,19 per saham. Dengan kepemilikan sekitar 4,84 miliar saham, MIND ID diperkirakan menerima dividen sekitar Rp 426,8 miliar.
Sementara itu, INCO memutuskan membayarkan dividen senilai Rp 77,9 per saham dari laba bersih perseroan Tahun Buku 2025. Dengan banyak saham yang digenggam MIND ID sebesar 3,58 miliar, MIND ID diperkirakan mengantongi dividen sebesar Rp 278,88 miliar.
Jika dijumlahkan, total dividen yang berpotensi diterima MIND ID dari keempat emiten tambang BUMN tersebut mencapai Rp 4,83 triliun.
Nilai dividen yang diterima MIND ID tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Tahun Buku 2024, ANTM membagikan dividen Rp 151,77 per saham, PTBA sebesar Rp 332,44 per saham, INCO Rp 53,4 per saham dan TINS Rp 63,73 per saham.
Dividen yang diterima dari perusahaan-perusahaan BUMN selanjutnya akan dikelola oleh Danantara sebagai badan investasi negara.
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2026. Dalam beleid itu, Danantara diberi mandat untuk mengelola dividen yang berasal dari holding investasi, holding operasional maupun BUMN sesuai dengan porsi kepemilikan saham negara.
“Menyetujui penambahan dan/ atau pengurangan penyertaan modal pada BUMN yang bersumber dari pengelolaan dividen holding investasi, holding operasional, dan BUMN,” demikian tertulis dalam PP No 19 Tahun 2026 pasal 4 ayat (2) b.