Aksi Jual Saham Investor Asing Turun 85%, BBCA dan BMRI Banyak Diburu

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka.
21/6/2026, 11.19 WIB

Aksi jual saham investor asing menyusut 84,88% yaitu menjadi Rp 904,7 miliar sepanjang pekan ini, dari pekan sebelumnya sebesar Rp 5,98 triliun. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga naik 2,82% sehingga ditutup pada level 6,177.139 dari posisi 6.007,656 pada pekan lalu. 

"Sejalan dengan kenaikan IHSG, kapitalisasi pasar BEI meningkat 2,51% menjadi Rp 10.788 triliun dari Rp 10.524 triliun pada pekan sebelumnya," kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi, dalam siaran pers dikutip Minggu (21/6).

Dia mengatakan kenaikan IHSG pekan ini terutama ditopang oleh naiknya saham BBCA yang menyumbang 35,13 poin terhadap indeks setelah menguat 6,33%. Kontributor terbesar berikutnya adalah PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) dengan sumbangan 26,45 poin usai melonjak 23,32%, disusul PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menyumbang 20,66 poin setelah naik 13,4%.

BEI mencatat  investor asing mengakumulasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 844,2 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 327,2 miliar serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 94,2 miliar.

Selain itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berkontribusi 19,51 poin terhadap IHSG dengan kenaikan harga saham 24,53%, sedangkan PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) menyumbang 15,49 poin setelah menguat 19,22% dalam sepekan.

Aktivitas Perdagangan Turun

Namun, aktivitas perdagangan justru turun. Rata-rata nilai transaksi harian turun 1,02% menjadi Rp 24,81 triliun. Sementara rata-rata volume transaksi harian menyusut 5,83% menjadi 34,03 miliar saham, dibandingkan 36,14 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell Rp 904,07 sepanjang pekan ini. Jumlah ini menyusut 84,88% dibandingkan dengan transaksi net sell asing pada pekan sebelumnya sebesar Rp 5,98 triliun. 

“Sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 68,25 triliun,” tulis Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi dalam keterangan resmi dikutip Ahad (21/6).  

Pada periode 15-19 Juni 2026, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dijual paling banyak oleh investor asing, yaitu senilai Rp 838,6 miliar. Lalu disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 630,2 miliar serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 553,3 miliar.

Investor asing juga menjual saham-saham emiten pelat merah seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 372,4 miliar serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 273,6 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri