Purbaya Rombak Ratusan Pegawai Kemenkeu, Bantah Isu Jual Beli Jabatan

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap menyampaikan paparan pada konferensi pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
11/9/2026, 06.52 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merombak ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan pada Kamis (10/9). 

Purbaya merombak pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, dan Pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.

Ia menuturkan, perombakan ini merupakan bagian dari rotasi biasa. Ia membantah rumor yang beredar berkaitan berkatan dengan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan. 

“Terkait mutasi ini, ada isu di TikTok yang menyebutkan ‘Pak Purbaya mengumpulkan uang Rp 100 miliar untuk posisi tertentu’. Saya bingung dari mana isu itu keluar,” kata Purbaya dalam acara pelantikan tersebut. 

Purbaya mengaku bingung, dan membantah isu tersebut. Purbaya pun menanyakan isu tersebut kepada Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Robert Leonard Marbun.

“Saya tanya, beliau (Robert) bilang tidak ada, itu rumor saja. Jadi ini betul-betul professional-based,” katanya.

Purbaya pun menjelaskan, alur rotasi di Kemenkeu yakni berdasarkan usulan, lalu diberi penilaian oleh Sekjen dan dirinya. 

“Jadi saya panggil eselon I terdekat untuk menilai seperti apa kinerjanya. Kalau bagus ya naik, kalau tidak bagus ya tidak jadi,” kata Purbaya. 

Purbaya pun menyampaikan pesan kepada para pejabat Kemenkeu yang baru dilantik. Pertama, untuk menjaga integritas. 

“Seperti yang saya sampaikan tadi, kalau saya pernah menerima uang dari isu Rp 100 miliar itu, pasti laku dengan cepat. Untung saya tidak pernah menerima. Integritas itu amat penting,” katanya. 

Ia menuturkan, Kementerian Keuangan memegang kewenangan yang sangat besar, yakni mengelola penerimaan, belanja, kekayaan negara, pembiayaan, serta berbagai instrumen yang memengaruhi masyarakat dan dunia usaha. 

Oleh karena itu, kata Purbaya, tidak boleh ada kompromi terhadap integritas. Pesan selanjutnya, yakni meminta anak buahnya untuk bekerja profesional dan berorientasi pada hasil. 

“Saya tidak ingin organisasi kita terjebak dalam rutinitas administratif. Sering kali saat diperintah bilangnya ‘Siap Pak, siap Pak,’ tetapi begitu kembali ke ruangan, sebulan kemudian tidak kembali dan tidak ada update ke saya. Kebiasaan kita sering lupa setelah menerima perintah,” katanya. 

Untuk mengatasi hal itu, Purbaya akan membentuk tim khusus yang memonitor perintah-perintahnya. Ia juga akan membagi tugas kepada staf ahli, staf khusus, dan eselon I untuk memonitor berbagai kebijakan agar dipastikan berjalan.

Kepada para anak buahnya, Purbaya juga menekankan untuk membangun kepemimpinan yang kuat. 

“Saudara tidak hanya bertanggung jawab atas pekerjaan diri sendiri, tetapi juga atas orang-orang yang Saudara pimpin. Di sini sudah ada kebiasaan: kalau ada anak buah yang terlibat hal aneh-aneh, atasannya pasti ikut saya geser. Jadi, Bapak dan Ibu bertanggung jawab penuh atas kinerja bawahan masing-masing,” kata Purbaya.

Ia meminta para pejabat di Kemenkeu untuk memberikan arahanyang jelas dan juga mendengarkan masukan, seeta memberikan kesempatan kepada pegawai yang kompeten dan berani mengambil keputusan.

Terakhir, Purbaya juga meminta anak buahnya untuk menjaga sense of urgency

“Perubahan ekonomi, teknologi, pola transaksi, dan ekspektasi masyarakat berlangsung cepat. Kementerian Keuangan juga harus bergerak cepat. Cepat bukan berarti ceroboh, melainkan tetap hati-hati, profesional, dan accountable,” kata dia. 

Purbaya meminta para pejabat di Kemenkeu mengambil keputusan yang optimal. Adapun, dalam perombakan kali ini, di tingkat eselon II mencapai kisaran 50 posisi, sementara pejabat eselon III sekitar 350 ASN Kementerian Keuangan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman