Kredit Perbankan Ditargetkan Naik 11%, Sektor Apa Saja Penopangnya?

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.
Pekerja menjemur kerupuk di UMKM Kerupuk Melati, Jakarta, Senin (24/1/2022). Pemerintah menetapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2022 sebesar Rp373,17 triliun, atau naik dari tahun 2021 sebesar Rp285 triliun. Foto: Antara.
16/1/2023, 13.02 WIB

Pemerintah menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tumbuh di atas 11% sepanjang 2023. Langkah yang dilakukan adalah mendorong pertumbuhan penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Januari-November 2022 mencapai 11,16% atau sebesar Rp 600 triliun. Adapun, pagu KUR pada 2022 mencapai Rp 373 triliun.

"Memang dari segi keseluruhan total kredit usaha kecil dan menengah itu 21% dari total kredit, tapi terhadap pertumbuhan itu lebih dari setengah," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (16/1).

Sedangkan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan sudah menerima seluruh Rancangan Bisnis Bank atau RBB dan sedang menyelesaikan analisis terkait RBB tersebut. Otoritas menilai kredit konsumsi dan kredit usaha rakyat atau KUR akan menjadi pendorong pertumbuhan fungsi intermediasi pada 2023.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan tantangan pada tahun ini dapat dihadapi secara natural melihat karakteristik perekonomian nasional yang masih sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga. 

"Konsumsi ini akan tinggi dan perbankan ikut menjamin sebagai peningkatan pertumbuhan kredit. Ini, nanti terus terang, secara detail akan saya sampaikan kemudian," kata Dian di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (16/1).

OJK berencana mengeksploitasi keunikan RI untuk meningkatkan daya saing industri keuangan nasional di pasar global. Keunikan yang dimaksud Dian adalah tingkat konsumsi di dalam negeri.

Selain konsumsi, Dian menilai pertumbuhan kredit pada 2023 akan ditopang oleh KUR. Menurutnya, KUR akan menjadi sektor kredit yang penting lantaran industri perbankan akan mencoba mencapai target penyaluran KUR yang digagas Presiden Joko Widodo.

Target yang dimaksud adalah kontribusi penyaluran KUR kepada total penyaluran kredit pada 2024 mencapai 30%. Pada kuartal III-2022, penyaluran KUR tumbuh 5,72% secara tahunan dan menopang 25,2% dari total kredit.

Menurut data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, sejak awal tahun sampai 22 Desember 2022 nilai akad penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mencapai Rp 356,32 triliun dengan jumlah debitur 8,25 juta orang.

Meski jumlah debiturnya sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu, nilai penyaluran KUR tersebut sudah jauh melampaui capaian 2021 sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak 2015.

Menurut data Kemenko Perekonomian, sampai pertengahan Desember 2022 nilai sisa pinjaman yang belum dikembalikan (outstanding) debitur KUR mencapai Rp476 triliun dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) 1,1%.

Sepanjang tahun ini sekitar 66,29% penyaluran KUR masuk ke sektor usaha mikro, 31,95% ke usaha kecil, 1,75% ke usaha super mikro, dan 0,01% ke pekerja migran Indonesia (PMI).

Sedangkan Di sisi lain, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan penyaluran kredit pada 2023 dapat tumbuh sekitar 12% secara tahunan. Pada kuartal III-2022, emiten perbankan berkode BBCA ini mencatatkan pertumbuhan fungsi intermediasi sebesar 12,1% secara tahunan menjadi Rp 662,7 triliun.




Reporter: Andi M. Arief