Profil Kevin Warsh, Calon Kuat Pilihan Trump untuk Gantikan Jerome Powell
Nama Kevin Warsh muncul sebagai calon kuat pengganti Gubernur The Fed Jerome Powell. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan akan mengumumkan nominasi Warsh pada Jumat (30/1) waktu setempat.
Menurut laporan Financial Times (FT), Warsh telah diwawancarai untuk posisi Gubernur The Fed pada 2017. Namun, pada saat itu posisi tersebut akhirnya ditempati Jerome Powell. Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei 2026.
Siapa sebenarnya Kevin Warsh? Berikut ini profil Kevin Warsh.
Pria kelahiran Albany, New York pada 13 April 1970 ini berasal dari keluarga Yahudi. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Robert Warsh dan Judith Warsh.
Setelah lulus dari Shaker High School di Latham, ia menempuh Pendidikan di Stanford University dengan konsentrasi di bidang ekonomi dan ilmu politik. Warsh meraih gelar sarjana kebijakan publik pada 1992. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di Harvard Law School dan lulus dengan predikat cum laude pada 1995.
Ia juga mengambil kursus tentang ekonomi pasar modal dan pasar surat utang di MIT Sloan School of Management dan Harvard Business School.
Pada 1995 hingga 2002, Warsh bekerja untuk Morgan Stanley di New York, hingga ia dipercaya menjadi direktur eksekutif perusahaan tersebut di Departemen Merger dan Akuisisi. Pada 2002 hingga 2006, Warsh menjadi asisten khusus presiden untuk kebijakan ekonomi dan sekretaris eksekutif untuk Dewan Ekonomi Nasional (National Economic Council).
Warsh memberikan saran kepada presiden dan para pejabat senior pemerintah terkait isu-isu yang berhubungan dengan ekonomi AS, terutama mengenai aliran dana di pasar modal, surat berharga, perbankan, dan asuransi. Warsh juga terlibat di Kelompok Kerja Pasar Finansial di bawah presiden AS dan menjadi pejabat Utama yang bertugas sebagai perantara antara pemerintah dan lembaga pengawas keuangan independen.
Anggota Dewan Gubernur The Fed Termuda
Presiden George W. Bush mencalonkan Warsh dan Randall Kroszner untuk mengisi dua kursi kosong di The Fed pada 27 Januari 2006. Nominasi Warsh ini menuai kritik karena dia dinilai terlalu muda dan kurang berpengalaman.
Pada saat itu Warsh baru berusia 35 tahun, sehingga penunjukan ini membuatnya sebagai anggota termuda di jajaran Dewan Gubernur The Fed. Mantan Wakil Ketua The Fed Preston Martin menyebut penunjukan Warsh bukan ide yang bagus. "Jika saya memiliki suara di Senat, saya tidak akan memberikan suara (untuk Warsh)," ujar Martin, seperti dikutip International Herald Tribune.
Pada sidang konfirmasi pencalonannya sebagai gubernur The Fed pada 14 Februari 2006, Warsh memamerkan pengalamannya di Wall Street. “Saya berharap bahwa pengalaman saya sebelumnya di Wall Street, khususnya hampir tujuh tahun saya di Morgan Stanley, akan bermanfaat bagi pembahasan dan komunikasi Federal Reserve," ujar Warsh.
Menurut penulis David Wessel, Warsh memiliki peran yang penting dalam krisis finansial 2008. "Warsh menjadi pelindung bagi lingkaran politisi Partai Republik sekaligus menjembatani komunikasi Bernanke dengan para eksekutif di Wall Street," kata Wessel seperti dikutip The Wall Street Journal (WSJ).
Selama krisis tersebut, Warsh berupaya mendorong merger antara Citigroup dan Goldman Sachs, serta Wachovia dan Goldman Sachs. Namun, upaya ini gagal.
Ia berhasil menyelamatkan Morgan Stanley dengan mengubah perusahaan itu menjadi perusahaan induk perbankan agar bisa mengakses pinjaman dari The Fed.
Laporan WSJ menyebut Timothy Geithner, Presiden The Fed New York dan Kevin Warsh, bekerja di New York untuk menuntaskan masalah Goldman Sachs dan Morgan Stanley. Warsh merupakan tokoh di lingkaran dalam Ben Bernanke yang menyediakan informasi yang penting terhadap kondisi Wall Street sebelum panik melanda dan ia mengatakan kepada para koleganya di The Fed bahwa sistem keuangan saat itu kekurangan modal.
"Saya pikir, model bisnis perbankan investasi terancam dan saya menduga model bisnis yang ada tidak mampu bertahan untuk melalui periode (krisis) ini," ujar Warsh dalam pertemuan Fed pada 18 Maret 2008.
Meskipun ia memiliki hubungan yang sudah lama terjalin dengan presiden, beberapa orang menganggap sikapnya yang keras selama menjabat di Federal Reserve sebagai hambatan besar dalam memenangkan kepercayaan Trump.
Warsh, yang mengadvokasi “perubahan rezim” di bank sentral, mengatakan The Fed seharusnya mengurangi ukuran neraca keuangannya yang besar. Pendapat ini didukung oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Menurut laporan FT, pencalonan Warsh sebagai Ketua The Fed akan mewakili pilihan yang lebih konvensional setelah berbulan-bulan pembahasan di Gedung Putih. Warsh adalah figur yang dikenal di lingkaran ekonomi dan keuangan Partai Republik sebelum Trump naik ke kekuasaan.
Peluang Warsh di pasar prediksi Polymarket melonjak menjadi 95% pada Kamis (29/1) malam setelah pernyataan Trump. Peluang Rick Rieder, eksekutif BlackRock yang dianggap sebagai pesaing utama Warsh untuk mendapatkan nominasi Trump, turun menjadi 3%. Gubernur Fed Christopher Waller dan ekonom Gedung Putih Kevin Hassett juga masuk dalam daftar calon Gubernur The Fed.