Danantara Akui BUMN Properti Tak Sehat, Siapkan Konsolidasi Besar-besaran
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan instansi akan mengonsolidasikan BUMN-BUMN yang bergerak di bidang properti.
"Sebetulnya Danantara Housing itu, kami ingin mengonsolidasikan seluruh perusahaan-perusahaan properti. Tetapi, teman-teman juga tahu situasinya bahwa seluruh perusahaan properti itu tidak dalam keadaan baik," ujar Dony yang juga Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/7).
Oleh karena itu, Danantara ingin memperbaiki kondisi BUMN-BUMN bidang properti tersebut.
"Prinsipnya, saya pribadi dan seluruh tim, ingin memperbaiki seluruh BUMN satu per satu, dengan pendekatan korporasi. Di antaranya ada yang melewati PKPU, contoh PP Properti, dan juga impairment," katanya.
Setelah perusahaan-perusahaan properti BUMN itu diperbaiki bisnisnya, Danantara akan mengkaji total inventorinya.
"Dari total inventori itu nanti kami lakukan pemasaran, sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh inventori milik BUMN Properti. Kami juga akan buatkan produk pembiayaannya, sehingga seluruh (bank) Himbara kemudian membuat produk pembiayaan yang lebih murah dan memungkinkan masyarakat memiliki kredit perumahan, yang dikombinasikan dengan properti yang kami miliki," ujar Dony.
Sebagai informasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan Danantara tengah menyiapkan program Danantara Housing untuk memasarkan rumah dan apartemen yang telah dibangun oleh BUMN, namun hingga kini belum terserap pasar.
Rosan menjelaskan, melalui skema itu, masyarakat nantinya dapat membeli hunian yang belum terjual dengan penawaran suku bunga yang lebih kompetitif serta skema pembayaran yang lebih ringan.
Menurut dia, inisiatif itu diharapkan dapat mempercepat penyerapan stok hunian yang telah dibangun BUMN sekaligus memperluas akses masyarakat untuk memiliki rumah.