Dorong BUMN Investasi di Startup, Erick Perkirakan 25 Unicorn Lahir

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021).
Penulis: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati
24/9/2021, 11.31 WIB

Kementerian Badan Usaha Milik Negara mendukung pertumbuhan startup atau perusahaan rintisan yang dikembangkan para wirausaha Indonesia. Menteri BUMN Erick Thohir memperkirakan jumlah startup Indonesia berstatus unicorn bisa mencapai 25 dalam beberapa tahun ke depan.

"Potensinya ada, Indonesia sekarang punya lima unicorn, mestinya bisa menjadi 25 untuk berapa tahun ke depan," kata Erick dalam sesi wawancara di kantornya, Jakarta, Kamis (23/9).

Kehadiran puluhan unicorn diperkirakan membawa dampak positif, seperti membuka lapangan pekerjaan, menumbuhkan perekonomian, perkembangan teknologi, dan tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai target pasar.

BUMN mendukung pertumbuhan startup dengan membentuk venture capital dan kemudian berinvestasi pada startup. Bahkan salah satu bentuk key performance indicator (KPI) dari BUMN yakni berinvestasi di 50 startup. "Kami akan support besar-besaran startup di Indonesia dengan kekuatan investasi,” katanya.

BUMN yang berinvestasi di antaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Telkomsel yang masing-masing berinvestasi pada 15 startup. Kemudian ada Bank Negara Indonesia yang investasi pada lima startup. Terbanyak adalah Telkom Indonesia yang menyuntikan modal pada 54 startup.

Sebagian investasi tersebut sudah membuahkan unicorn, salah satunya Bukalapak.com yang Agustus lalu melantai di Bursa Efek Indonesia melalui skema penawaran saham perdana (IPO). Dengan komitmen investasi ke 50 startup lagi, Erick berharap ada gelombang besar baru startup yang statusnya menjadi unicorn.

Tanpa startup, Erick menilai perusahaan di Indonesia hanya memanfaatkan sumber daya alam. "Ini yang saya lihat harus melakukan terobosan, tentu sesuai dengan diskusi dengan Presiden (Joko Widodo), ingin sekali ada terobosan dari generasi muda mempunyai perusahaan besar di Indonesia," katanya.

Jokowi dan Kementerian BUMN akan meluncurkan program besar terkait dengan startup pada pekan kedua Desember 2021. Meski begitu, Erick belum menjabarkan lebih detail terkait program besar tersebut. “Setelah launching kami akan training 10 ribu startup agar berkelanjutan. Lalu undang 10 top investor,” katanya.

Reporter: Ihya Ulum Aldin