Penjualan Batu Bara Melesat, Indo Tambangraya Raup Untung Rp 6,7 T

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.
Ilustrasi aktivitas bongkar muat batu bara
12/8/2022, 14.00 WIB

Lalu, untuk beban penjualan, perseroan membukukan sebanyak Rp 941,46 miliar atau naik 72,98% dari tahun sebelum yakni Rp 544,24 miliar.

Selain itu, liabilitas perseroan tercatat US$ 491,83 juta (Rp 7,22 triliun) pada semester I atau naik 5,84% dari periode sebelumnya US$ 464,68 juta (Rp 6,82 triliun). Sedangkan untuk ekuitas, perseroan tercatat sebesar US$  1,48 miliar (Rp 21,77 triliun) atau naik 4,13% dari jumlah periode sebelumnya US$ 1,20 miliar (Rp 17,64 triliun). 

Selanjutnya, Indo Tambangraya Megah mencatat aset yakni sebesar US$ 1,97 miliar (Rp 28,98 triliun) atau naik 4,51%  dibandingkan total aset sebelumnya yakni US$ 1,66 miliar atau setara Rp 24,47 triliun. 

Indo Tambangraya Megah didirikan pada tahun 1987.  Perseroan menjalankan bisnis utama di bidang operasi pertambangan batu bara dan penjualan batubara. Selain itu, perseroan juga menjalankan kegiatan pendukung, yakni operasional terminal batubara beserta pelabuhan muat dan operasional pembangkit listrik. Selain itu, perseroan melakukan kegiatan pendukung seperti kontraktor pertambangan.

Dengan adanya perubahan secara perlahan di dunia dari bahan bakar fosil menuju sumber energi terbarukan, perseroan melakukan ekspansi di ruang lingkup bisnisnya. Tujuannya yakni agar dapat memperkuat bisnis utama. Pembangkit tenaga berbasis surya yang telah dikembangkan merupakan titik awal dari perseroan dalam menghadapi masa depan industri energi.

Halaman:
Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail