Luhut Sebut Hasil Negosiasi Divestasi Vale Segera Diumumkan

ANTARA FOTO?REUTERS/Yusuf Ahmad/File Ph
Yusuf Ahmad/File Photo Truk-truk membawa bijih nikel mentah di dekat Sorowako, Sulawesi, Indonesia, 8 Januari 2014.
14/8/2023, 18.03 WIB

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar  Pandjaitan mengatakan hasil negosiasi divestasi PT Vale Indonesia Tbk akan segera diumumkan. Menurutnya, proses negosiasi tersebut masih berlangsung.

Luhut menyebutkan akan ada beberapa puluh ribu lembar saham yang akan dilepas oleh Vale Indonesia. Namun Luhut tidak merinci lebih lanjut berapa persen saham yang akan diserap oleh MIND ID dalam proses divestasi tersebut.

"Nanti ada beberapa puluh ribu yang dilepas Vale Indonesia, sehingga tidak menyalahi ketentuan yang ada. Nanti akan diumumkan segera," kata Luhut di Istana Kepresidenan, Senin (14/8).

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menargetkan proses divestasi Vale Indonesia rampung pada bulan ini. Artinya, penjualan saham Vale Indonesia ke MIND ID molor dari target Presiden Joko Widodo yakni Juli 2023.

Arifin tidak menjelaskan harga saham Vale Indonesia yang akan dibeli oleh MIND ID dalam waktu dekat. Menurutnya, angka tersebut merupakan kesepakatan bisnis antara Vale Indonesia dan MIND ID.

"Mudah-mudahan beberapa saat ini rampung. Bulan ini sudah bisa ada keputusan," kata Arifin di Istana Kepresidenan, Selasa (8/8).

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso menyatakan mekanisme pengambilalihan saham mayoritas kali ini akan berbeda dengan skema proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 2018 lalu.

Dia menjelaskan pelepasan lanjutan 14% saham Vale kepada MIND ID akan menjadikan perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas Vale, mengungguli kepemilikan Sumitomo Metal Mining dan Vale Canada Limited (VCL) atas saham Vale.

Lewat divestasi tersebut, MIND ID diproyeksikan menggenggam 34% saham Vale, sementara porsi kepemilikan VCL susut menjadi 33,49%.

Menurut Hendi, kepemilikan saham mayoritas saham Vale secara otomatis menaikan status MIND ID sebagai pihak pengendali operasi, sekaligus pemegang hak konsolidasi keuangan perusahaan pertambangan nikel tersebut.

Hendi mengklaim proses divestasi lanjutan Vale berbeda dengan mekanisme divestasi saham Freeport Indonesia yang tetap menjadikan Freeport McMoran sebagai pengendali operasi Freeport meski MIND ID memiliki 51,2% kepemilikan saham PTFI.

”Divestasi Vale kali ini berbeda, karena kami harus jadi pengendali. Itu sudah mandat pemerintah. Jadi tidak sama, MIND ID harus jadi pengendali operasi Vale,” kata Hendi di Hotel Ritz Carlton Jakarta pada Senin (14/8).

Berikut komposisi pemegang saham Vale Indonesia, seperti tertera dalam grafik.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief