Rupiah Berpotensi Menguat Didorong Kepercayaan Investor Terkait Ahok

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Karyawan Bank Mandiri menunjukkan uang rupiah pecahan 100 ribu dan 50 ribu di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/9/2019).
14/11/2019, 20.28 WIB

Nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari belakangan. Meski begitu, pelaku pasar melihat potensi penguatan rupiah seiring meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap kebijakan pemerintah.

Kecenderungan pelemahan nilai tukar rupiah terjadi sejak Selasa pekan lalu. Pada perdagangan Kamis, 14 November 2019, rupiah tercatat berada di level 14.087 per dolar AS, melemah 0,06 % dibandingkan perdagangan kemarin, atau total 0,38 % sejak Selasa pekan lalu.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan kepercayaan investor terhadap pemerintah menguat seiring rencana pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Direktur Utama salah satu BUMN strategis. Sebab, investor menilai pemerintah memang butuh pemimpin yang tegas di perusahaan pelat merah.

"Pasar kembali percaya terhadap kepemimpinan saat ini dan modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (14/11).

(Baca: Nama Ahok Mencuat, Pernahkah BUMN Strategis Dipimpin Dirut Non-Teknis?)

Hingga kini, belum terang BUMN yang akan dipimpin Ahok. Adapun Presiden Jokowi baru menjelaskan bahwa Ahok berpotensi menjadi dirut ataupun komisaris di salah satu BUMN. Sedangkan Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akan mengumumkan posisi Ahok paling lambat awal Desember 2019.

Sejauh ini, Ahok disebut-sebut berpotensi memimpin BUMN bidang energi. Saat ini, BUMN energi yakni Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang tengah mengalami kekosongan jabatan direktur utama. Di sisi lain, Pertamina diisukan akan mengalami perubahan pimpinan. Pertamina kini dipimpin Nicke Widyawati.

Di luar itu, ada beberapa BUMN besar lainnya yang tengah mengalami kekosongan posisi dirut. BUMN yang dimaksud yakni Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara, serta induk BUMN tambang Mind.id (Inalum).

Ibrahim memperkirakan rupiah akan menguat pada perdagangan esok, meskipun penguatannya terbatas. Rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp 14.058 - 14.120 per dolar AS.