KATADATA - Setelah menjadi pelaksana tugas kurang lebih tiga bulan, hari ini Ken Dwijugeasteadi dilantik menjadi pejabat definitif Direktur Jenderal Pajak. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro melantik pria kelahiran 8 November 1957 ini di Aula Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta.
Ketika menjabat pelaksana tugas pada awal Desember tahun lalu, Ken menggantikan Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito yang mengundurkan diri. Alasannya, sejak memangku jabatan tersebut pada awal Februari 2015 hingga awal Desember, dia tidak sanggup mengejar target penerimaan pajak.
Untuk mengisi posisi inilah Menteri Keuangan menetapkan Ken Dwijugiasteadi sebagai pelaksana tugas Dirjen Pajak esok harinya. Ketika itu, penerimaan pajak pada awal November memang masih rendah, Rp 774,4 triliun atau 59,8 persen dari target penerimaan pajak 2015. Alhasil, selisih antara realisasi dengan target atau shortfall penerimaan pajak mencapai Rp 155 triliun. (Baca: Tak Mampu Capai Target, Dirjen Pajak Mundur).
Karena itu, dalam sambutannya, Bambang meminta Ken dapat segera bekerja keras karena sudah beradaptasi sebagai Plt Dirjen. Bambang memberi tekanan dari sisi fiskal terkait penerimaan pajak menjadi sorotan setelah pemerintah menghentikan pengeluaran subsidi Bahan Bakar Minyak.
“Apalagi pak Ken memulai kariernya sebagai pegawai Ditjen Pajak hingga menjadi Staf Ahli Menkeu,” kata Bambang, Selasa, 1 Maret 2016. Saat pemilihan direktur jenderal pajak pada awal tahun lalu, Ken sempat menjadi salah satu kandidat kuat bersaing dengan Sigit. Ia juga pernah menjabat Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jawa Timur I.
Dari sisi strategi, Bambang meminta Ken fokus kepada peningkatan basis pajak terutama Wajib Pajak Orang Pribadi. Apalagi pemerintah sedang menyasar peningkatan tax ratio hingga 13 atau 14 persen dari saat ini hanya sekitar 11 persen. Sedangkan penerimaan wajib pajak orang pribadi tahun lalu cuma Rp 9 triliun. Angka itu masih di bawah standar ASEAN dan juga Organisasi Negara-negara untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). (Baca: Rekor Baru, Penerimaan Pajak Tembus Rp 1.000 Triliun).
Hal penting yang juga disinggung Bambang adalah agar Direktorat Jenderal Pajak satu suara dalam menyikapi tax amnesty. Sebab, pengampunan pajak ini dianggap sebagai langkah revolusioner bukan saja untuk penerimaan pajak 2016 namun juga untuk tahun-tahun selanjutnya. “Karena basis pajak akan membesar dan informasi lebih akurat sehingga pekerjaan pegawai pajak akan lebih terstruktur dan tidak perlu khawatir melenceng dari target,” ujar Bambang.
Sementara itu, Ken menyatakan akan melakukan beberapa langkah ekstensifikasi terutama untuk mengejar peningkatan Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP). Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan aplikasi geo-tagging bagi WPOP potensial. Dia mengacu pada kelas menengah yang mencapai 129 juta orang tapi yang tercatat hanya 27 juta wajib pajak.
Selain posisi definitif Ken, Direktorat Jenderal Pajak juga membentuk unit baru setingkat eselon dua yang terdiri dari Direktorat Perpajakan Internasional serta Direktorat Intelijen Perpajakan. Selain itu Ditjen Pajak juga mengubah nomenklatur Direktorat Intelijen dan Penyidikan menjadi Direktorat Penegakan Hukum dan menata Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak. (Lihat pula: Terendah Sejak 1990, Realisasi Pajak 2015 Cuma 81,5 Persen).
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Mekar Satria Utama mengatakan restrukturisasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas perpajakan internasional. Terutama, dalam persiapan pembentukan lembaga baru dalam Direktorat Jenderal Pajak. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kapasitas instansi pajak agar tanggap dalam tantangan administrasi perpajakan. “Baik administrasi di skala nasional maupun internasional,” kata Mekar dalam keterangan resminya.
Direktur Executive Center for Indonesia Yustinus Prastowo mengatakan ada beberapa hal berat yang menunggu Ken di posisinya sekarang. Antara lain mengejar penerimaan dalam kondisi ekonomi masih lesu, mengawal tax amnesty, serta revisi Undang-Undang Perpajakan.
Namun, secara keseluruhan Prastowo melihat penunjukkan Ken merupakan langkah bijak Menteri Bambang. Sebab, Ken merupakan salah satu pejabat paling senior di direktorat tersebut. “Untuk menjaga kesinambungan, penujukkan beliau baik. Apalagi dia menyelesaikan penerimaan negara di Desember kemarin,” kata Prastowo saat dihubungi Katadata.