Jokowi Segera Reshuffle Kabinet Jilid II, PAN Dapat Kursi Menteri

Arief Kamaludin|KATADATA
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama dengan para menteri dalam Kabinet Kerja seusai pelantikan 27 Oktober tahun lalu.
Penulis: Yura Syahrul
2/10/2015, 15.14 WIB

KATADATA - Presiden Joko Widodo dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet jilid II dalam waktu dekat ini. Perombakan tersebut akan menjadi pintu masuknya kader Partai Amanat Nasional (PAN) dalam jajaran menteri Kabinet Kerja.

“Presiden akan melakukan reshuffle lagi dan orang PAN mendapatkan kursi menteri,” kata sumber Katadata di lingkungan Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10). Tujuan reshuffle jilid II ini bukan sekadar untuk mengakomodasi masuknya kader PAN ke dalam pemerintahan, namun juga untuk mengoptimalkan kinerja menteri dan jajaran kabinet secara keseluruhan.

Namun, Sekretaris Jenderal PAN Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno enggan menanggapi kabar reshuffle kabinet dan peluang PAN mendapatkan kursi menteri. “Kami belum mendengar rencana tersebut,” kata bekas Direktur Keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk ini melalui pesan singkat kepada Katadata. (Baca: Presiden: Reshuffle untuk Dorong Kinerja Pemerintah)

Kabarnya, Presiden Jokowi akan menggunakan momentum satu tahun pemerintahannya pada bulan Oktober ini untuk mengumumkan reshuffle kabinet jilid II. Spekulasi perombakan kabinet semakin merebak setelah Jokowi menyemprot sejumlah menteri dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Selasa lalu (29/9).

Seperti diberitakan situs berita tempo.co, Jokowi marah lantaran instruksinya mengenai pemangkasan prosedur investasi belum dijalankan kementerian terkait. Akibatnya, investor masih kesulitan menanamkan modalnya di Indonesia. “Saya minta di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian segera membuat langkah terobosan yang cepat dalam mengatasi beberapa kendala, terutama perizinan investasi,” katanya.

(Baca: Lima Wajah Baru di Kabinet Jokowi)

Selain itu, Jokowi meminta para menteri tidak selalu mengamini seluruh masukan yang disampaikan bawahannya. “Sudah saya sampaikan kalau pimpinan kementerian tidak kuat mengendalikan bawahannya, entah itu eselon I atau eselon II. Apalagi sampai terbawa arus bawahannya, sudah lupakan mengenai ini (perbaikan investasi),” katanya dalam rapat yang dihadiri oleh Menko Ekonomi Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Marwan Jafar, dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

Adapun peluang PAN masuk ke kabinet terbuka setelah partai berlambang matari terbit ini menyatakan bergabung dengan pemerintahan Jokowi. “PAN sepakat dan bulat menyatakan bergabung. Kalau sebelumnya kami mendukung pemerintah, kini PAN bergabung untuk menyukseskan program pemerintah,” kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan seusai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, 2 September lalu. Dalam pertemuan tersebut, Ketua MPR ini didampingi oleh Eddy Soeparno, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Soetrisno Bachir, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

Sekadar informasi, Jokowi melakukan perombakan enam pos menteri Kabinet Kerja pada 12 Agustus lalu. Menko Ekonomi Sofjan Djalil digantikan Darmin Nasution, Menko Maritim Indroyono Susilo digantikan Rizal Ramli, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno diganti oleh Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel diganti Thomas Lembong, Kepala Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago diganti dengan Sofyan Djalil dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto diganti dengan Pramono Anung.

Reporter: Redaksi