Cina Diminta Segera Bangun Jalan Tol Pertama di Kalimantan

KATADATA
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
23/9/2015, 14.08 WIB

KATADATA ? Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta agar investor Cina mempercepat pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Kementerian menargetkan proses konstruksi sudah dimulai pada bulan depan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, percepatan proyek ini lantaran Presiden Joko Widodo akan melakukan peninjauan pada Oktober nanti. ?Jadi saya minta sebelum loan agreement rampung, pekerjaan lapangan harus segera dimulai,? kata dia pada acara penandatanganan kontrak pembangunan tol Balikpapan-Samarinda Seksi V di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (23/9).

Proyek ini akan dikerjakan oleh Beijing Urban Construction Group Ltd yang bekerjasama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP). Proyek senilai Rp 848,5 miliar ini, dan ditargetkan selesai dalam 730 hari atau sekitar dua tahun.

Sekitar 90 persen dananya akan berasal dari pinjaman pemerintah Cina, sisanya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menggarap pembangunan seksi I, sedangkan seksi II, III, dan IV masih dalam tahap lelang untuk mencari investornya.

Basuki meminta, pencairan pinjaman sudah harus selesai dalam tiga bulan setelah penandatanganan kontrak. Dia bahkan mengancam akan memutus kontrak pinjaman Cina apabila pencairannya molor. ?Saya sudah bilang ke Duta Besar Cina, tiga bulan tidak selesai, kami cancel (batalkan),? ujar dia.

Selain itu, Kementerian PUPR juga telah menganggarkan Rp 271,8 miliar untuk membangun jembatan Manggar yang berada di ruas tol seksi V ini. Jembatan sepanjang 613 meter tersebut nantinya akan dibangun oleh Wijaya Karya yang juga tergabung dalam konsorsium.

?Waktu pengerjaan jembatan ini juga mencapai 730 hari atau sekitar dua tahun,? kata Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian.

Selain ruas tol ini, ada tiga tol lainnya yang pembangunannya menggunakan pinjaman Cina yakni tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sebesar Rp 3,48 triliun, tol Solo-Ngawi-Kertosono (Soker) senilai Rp 2,83 triliun, dan tol Manado-Bitung US$ 85 juta.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution