Momentum Corona, Sri Mulyani Rombak Sistem Anggaran Negara Tahun Depan

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (22/6). Sri Mulyani akan mendesain ulang anggaran 2021 sehingga nantinya anggaran diberikan berdasarkan program, bukan kebutuhan kementerian/lembaga.
23/6/2020, 13.57 WIB

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mendesain ulang sistem anggaran tahun 2021 agar realisasi anggaran negara bisa lebih optimal. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, anggaran tahun depan diberikan berdasarkan program, bukan kebutuhan kementerian/lembaga.

"Momentum Covid-19 mengakselerasi kami terus melakukan reformasi sistem penganggaran, agar mencapai manfaat value for money, berdasarkan prinsip anggaran mengikuti besaran program dan efisiensi dalam penganggaran," ujar Menkeu dalam rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (23/6).

Menurut Sri Mulyani, desain ulang anggaran dengan prinsip anggaran mengikuti besaran program sebenarnya ingin diterapkan tahun ini. Namun, rencana ini terganggu oleh munculnya pandemi virus corona atau Covid-19. Alhasil, kebijakan tersebut akan diimplementasikan tahun depan.

Menurut dia, masih banyak kekurangan dalam sistem penganggaran saat ini. Hal ini terlihat dari evaluasi pelaksanaan reformasi penganggaran.

Menkeu menjelaskan, dari hasil evaluasi terlihat bahwa program belanja pusat dan daerah saat ini tidak sinkron. Hal ini, membuat capaian kinerja tidak optimal.

Kemudian, program yang digunakan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran saat ini masih banyak yang berbeda. Dengan demikian, program tersebut sulit dikonsolidasikan.

(Baca: Sri Mulyani Ungkap Potensi RI Masuk Jurang Resesi Ekonomi)

Halaman:
Reporter: Agatha Olivia Victoria