Aksi Ambil Untung Investor Akan Menghambat Gerak IHSG

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
14/10/2021, 06.22 WIB

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,78% ke level 6.536, tertinggi sejak awal 2021, pada perdagangan Rabu (13/10). Meski begitu, analis pasar saham menilai ada potensi koreksi pada perdagangan hari ini, kamis (14/10).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan ada peluang IHSG hari ini melemah. Area resistance hari ini ada di level 6.650 dan 6.593. Sementara support di level 6.485 dan 6.434.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

Secara teknikal tren penguatan IHSG mulai terbatas dalam jangka pendek, sehingga memasuki area jenuh beli. Karenanya, Dennies mengindikasikan potensi koreksi pada indeks hari ini.

"Investor diperkirakan akan melakukan profit taking karena penguatan dua pekan terakhir sudah cukup signifikan," kata Dennies.

Memasuki Oktober 2021, IHSG sudah menguat 3,97%. Dennies mengatakan, ada sejumlah saham dengan berbagai rekomendasi, seperti Wijaya Karya (WIKA) dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) untuk hold. Sementara Semen Indonesia (SMGR) beli. Perusahaan Gas Negara (PGAS) untuk jual.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, hasil analisis teknikalnya menunjukan adanya kemungkinan IHSG mendekati fase akhir dari rally wave. Level support IHSG hari ini berada di 6.479, 6.404, dan 6.343. Sementara level resistance di 6.617, 6.686, dan 6.799.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Aneka Tambang (ANTM), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA), Bukit Asam (PTBA), dan Semen Indonesia (SMGR).

Sebaliknya, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, hari ini IHSG berpotensi bergerak pada zona hijau. Area pergerakan IHSG diprediksi ada di rentang 6.482 dan 6.637.

William mengatakan, kenaikan yang terjadi dalam pergerakan IHSG hingga saat ini ditunjang oleh adanya capital inflow yang mulai masuk ke dalam pasar modal secara signifikan. Dalam sebulan terakhir, asing masuk melalui pasar reguler mencapai Rp 21,6 triliun. Tapi melakukan penjualan Rp 17,49 triliun di pasar non-reguler.

Penguatan indeks domestik terjadi juga karena investor yang menanti rilis kinerja emiten triwulan III-2021. Diperkirakan, kinerja emiten pada periode tersebut mulai menunjukan peningkatan.

"Namun mengingat IHSG sudah mengalami kenaikan dalam beberapa waktu sebelumnya, maka potensi koreksi wajar cenderung tinggi, mengingat harga komoditas terutama batu bara yang memiliki kecenderungan terdapat peluang koreksi yang cukup besar," katanya.

Ada sejumlah saham yang menurutnya layak untuk mendapat perhatian dari pelaku pasar seperti Unilever Indonesia (UNVR), Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), Bank Central Asia (BBCA), Astra International (ASII), dan Jasa Marga (JSMR).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ihya Ulum Aldin