Dunia Terancam Resesi, Jokowi Yakin Fiskal dan Ekonomi RI Tetap Baik

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ foc.
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Pasar Tradisional di Baros, Serang, Banten, Jumat (17/6/2022).
Penulis: Yura Syahrul
Editor: Redaksi
13/7/2022, 16.23 WIB

Banyak negara di dunia saat ini terancam resesi ekonomi, bahkan terancam kolaps. Meski begitu, Presiden Joko Widodo optimistis keuangan negara dan perekonomian Indonesia tetap terjaga dengan baik.

Menurut Presiden, perekonomian dunia memang sedang tertekan akibat Perang Rusia dan Ukraina sehingga memicu krisis pangan dan kenaikan harga energi. Sejumlah negara besar pun menaikkan suku bunga untuk meredam laju inflasi.

Indonesia turut tertekan akibat gejolak perekonomian dunia tersebut. Inflasi pada Juni lalu mencapai 4,35% secara tahunan, yang merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Anggaran subsidi harga energi, yaitu harga bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan listrik juga membengkak hingga tembus Rp500 triliun tahun ini.

Namun, Presiden tetap optimistis perekonomian Indonesia bakal tetap aman dari ancaman resesi dan mencapai target. “Saya perkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 masih bisa sampai 5,1%,” kata Jokowi dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7).

Optimisme tersebut didasari pada beberapa indikator. Dari sisi ekspor, jumlah ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) dan Cina, yang ekonominya saat ini tertekan, memang besar. Namun, porsi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai 16%.

“Kontribusi terbesar PDB (Produk Domestik Bruto) kita adalah konsumsi,” kata Jokowi. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat dengan mempertahankan subsidi energi di tengah lonjakan harga minyak.

Di sisi lain, Jokowi juga melihat masih terjaganya keuangan negara meski ada pembengkakan subsidi energi. Sebab, Indonesia juga menerima peningkatan penerimaan negara akibat kenaikan harga komoditas.

Sedangkan saat ini, seiring resesi yang tengah melanda dunia, harga komoditas dan energi diperkirakan akan kembali turun. Alhasil, harga BBM juga berpotensi turun sehingga ujungnya bakal meringankan beban subsidi oleh pemerintah. “Jadi bisa seimbang (keuangan negara),” ujar Jokowi.

Karena itulah, Presiden optimistis defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini bisa ditekan di bawah 4%. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang (UU) yang menetapkan defisit APBN bakal Kembali di bawah 3% tahun depan. 

Selain itu, Jokowi melihat harga pangan di dalam negeri masih cukup terkendali. Sejumlah pangan yang mengalami kenaikan harga memang merupakan produk impor, seperti gandum dan kedelai.

Sedangkan untuk beberapa komoditas pangan yang jadi konsumsi utama masyarakat, harganya masih stabil. Contohnya, beras, yang bahkan kini juga mulai diekspor. “Kita akan masuk ke swasembada beras ketika dunia tengah dilanda krisis pangan,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Bloomberg melansir survei terbaru yang menunjukkan potensi ekonomi Indonesia jatuh ke jurang resesi sangat kecil yaitu sebesar 3%. Indonesia berada di urutan kedua terbawah  dari 15 negara di Asia-Pasifik yang berpotensi jatuh ke jurang resesi.

Sri Lanka menjadi negara yang paling mungkin mengalami resesi dengan probabilitas hingga 85%. Angka tersebut dinaikkan dari survei sebelumnya hanya 33%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut sejumlah indikator menunjukkan masih kuatnya perekonomian Indonesia sehingga risiko resesi pun terbilang masih rendah dibandingkan negara lain di kawasan Asia-Pasifik.

Ia mengatakan, ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan ekonomi sebuah negara jatuh ke jurang resesi. Ini antara lain ditentukan oleh kondisi neraca pembayaran, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga, kebijakan moneter, kondisi APBN terutama defisit hingga rasio utang, serta kondisi rumah tangga dan korporasi. 

"Kalau disebutkan survei Bloomberg ada yang risiko resesinya hingga di atas 70%. Nah, Indonesia ada di ujung bawah," kata dia kepada wartawan di Nusa Dua, Bali, Rabu (13/7).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.