Rupiah Menguat 0,13% di Tengah Sinyal Perlambatan Ekonomi AS

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Petugas bank menunjukkan uang pecahan rupiah di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (22/11/2022).
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Yuliawati
6/4/2023, 16.34 WIB

Rupiah menguat 0,13% ke level Rp 14.913 per dolar AS pada perdagangan Kamis (6/4). Sejumlah analis sebelumnya meramalkan rupiah berisiko kembali melemah di tengah sejumlah rilis data yang mengindikasikan perlambatan ekonomi AS.

Beberapa mata uang Asia lainnya yang juga menguat seperti yen Jepang 0,03% bersama peso Filipina 0,15%, dan rupee India 0,08%. Mayoritas mata uang regional lainnya melemah dengan koreksi terdalam dialami won Korea Selatan 0,65%.

Beberapa data ekonomi AS yang dirilis semalam menambah daftar sejumlah bukti bahwa ekonomi AS diambang perlambatan bahkan risiko resesi. Indeks PMI sektor jasa AS turun ke 51,2 pada Maret, meski masih ekspansi tetapi jatuh cukup dalam dari bulan sebelumnya 55,1.

Penyerapan tenaga kerja baru sektor swasta AS dalam data ADP semalam juga jauh di bawah perkiraan. Penambahan tenaga kerja baru sektor swasta sebanyak 145 ribu pada bulan lalu, di bawah perkiraan 210 ribu dan turun 116 ribu dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut kekhawatiran bahwa AS akan resesi telah menguntungkan dolar AS sebagai aset aman investasi.

"Namun, ini juga meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed dapat menghentikan kebijakan pengetatannya, dengan pasar masih menilai lebih dari 50% peluang bank sentral mempertahankan suku bibga acuannya pada pertemuan berikutnya di bulan Mei," kata Ibrahim dalam catatannya sore ini, Kamis (6/4).

Perhatian pasar pada akhir pekan ini akan tertuju pada laporan data ketenagakerjaan AS non farm payroll alias NFP yang akan dirilis besok malam waktu AS. Penyerapan tenaga kerja baru diperkirakan hanya sekitar 240 ribu, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang masih di atas 300 ribu.

Selain itu, pasar juga menantikan pertemuan bank sentral Eropa alias ECB pada awal bulan depan yang diperkirakan masih terus menaikkan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.

Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat pada perdagangan awal pekan depan. Rupiah masih akan dibuka berfluktuatif tetepai menguat dengan bergerak di rentang Rp 14.890- Rp 14.950 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Abdul Azis Said